Visualindonesia.com,-
Ada kalanya kemarahan bukan sekadar emosi yang perlu diredam, melainkan energi yang harus dilepaskan, menjadi teriakan, menjadi lagu, menjadi anthem. Qodir, trio rock yang beranggotakan Dul Jaelani (bassis), Deriel Sudiro (gitaris), dan Axel CB (drummer), kembali menggebrak industri musik Indonesia lewat single terbaru berjudul ‘LOGILA!’.
Kali ini, mereka menggandeng gitaris berbakat Arya Novanda untuk menciptakan sebuah karya yang bukan sekadar lagu, tetapi jeritan kolektif generasi yang muak dengan kepalsuan dan kezaliman.
Dirilis pada 19 September 2025 di berbagai platform streaming digital, ‘LOGILA!’ hadir sebagai wujud perlawanan terhadap orang-orang yang manipulatif dan zalim. Lagu ini lahir dari pengalaman personal Dul Jaelani yang pernah merasa tertindas dan terasingkan oleh lingkungan terdekatnya.
Namun, seiring berjalannya waktu, ia menyadari bahwa pengalaman pahit tersebut bukan hanya miliknya sendiri, begitu banyak orang di luar sana merasakan hal serupa. Lewat lagu ini, Qodir ingin menyuarakan bahwa setiap perasaan yang terhimpit layak untuk disuarakan, bukan dipendam dalam diam.
Kolaborasi antara Qodir dan Arya Novanda menghadirkan perpaduan unik antara rock yang keras dan blues yang penuh emosi. Sebagai band dengan akar rock, Qodir membawa energi perlawanan dan suara kolektif generasi muda yang kritis.
Di sisi lain, Arya Novanda hadir dengan sentuhan blues, sebuah genre yang lahir dari jeritan kelas bawah yang penuh rasa sakit sekaligus kekuatan untuk bertahan. Pertemuan dua dunia musik ini menghadirkan dimensi baru dalam ‘LOGILA!’, sebuah anthem yang bukan hanya teriakan marah, tetapi juga potret batin dari suara hati yang lelah, muak, namun tetap memilih untuk bersuara.
Lagu ini dibuka dengan lirik yang menohok: “Kau lantunkan kalimat bijaksana, namun kau tak setia pada ucapan mu. Lelah aku berpura-pura naif, hadapi kau yang manipulatif.”
Bait tersebut menggambarkan dengan tegas tentang fenomena kekecewaan yang banyak terjadi di kehidupan sehari-hari, di mana orang-orang seringkali berbicara manis namun tidak konsisten dengan perbuatannya.
Sementara itu, bagian chorus dengan teriakan “Logila, seenaknya!” menjadi ekspresi paling mentah dari kekesalan yang jujur dan tanpa basa-basi, laksana suara hati rakyat kecil yang sudah tidak bisa lagi dipoles dengan bahasa halus.
Secara keseluruhan, ‘LOGILA!’ bisa dimaknai sebagai anthem perlawanan terhadap kebohongan dan kezaliman, sekaligus energi penyemangat untuk tetap berdiri, tidak tunduk, dan percaya bahwa suara kita memiliki kekuatan.
Lagu yang diciptakan oleh Dul Jaelani, Arya Novanda, dan Febriansyah Nurrachaman ini diproduseri oleh Viki Vrananta dari Kelompok Penerbang Roket, yang berhasil membuat suara lagu ini menjadi lebih ingar-bingar, jujur, dan autentik.
“Saya sangat bersyukur bisa diberi kesempatan untuk menciptakan lagu ini bersama Dul Jaelani dengan Qodir band,” ujar Arya Novanda.
Qodir dan Arya Novanda juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pendengar, teman-teman, keluarga, serta Allah SWT atas dukungan dan atensi yang diberikan.
“Semoga lagu ini bisa bermanfaat, membangun semangat, dan berdampak positif bagi para pendengarnya,” tutup mereka.
Qodir sendiri terbentuk sejak 2022 bersamaan dengan lahirnya album perdana mereka yang berisi sembilan lagu bertajuk “Seribu Bulan”.
Kini, dengan ‘LOGILA!’, mereka membuktikan bahwa perlawanan lewat musik bukan hanya tentang kerasnya suara, tetapi juga tentang kedalaman makna dan kejujuran emosi.
Video lirik lagu ini juga telah tersedia di kanal YouTube resmi Qodir, siap menemani pendengar yang ingin merasakan sensasi penuh dari anthem perlawanan ini.
(*/ell; foto: ist





