Visualindonesia.com,-
Dalam kegelapan rimba yang menyimpan rahasia mengerikan, “Setan Alas!” muncul sebagai film horor Indonesia yang memadukan ketakutan primal dengan tawa satir, menyentil industri perfilman sambil mengajak penonton merenungkan esensi rasa takut.
Diproduksi oleh Akasacara dan Vokasi UGM, film berdurasi 84 menit ini disutradarai Yusron Fuadi, yang sebelumnya dikenal lewat “Tengkorak”, “Darah Nyai”, dan “Keadilan”.
Mengusung genre metahoror dengan elemen humor gelap dan refleksi sosial, “Setan Alas!” atau “The Draft!” mempertanyakan pandangan produser terhadap horor itu sendiri, membawa penonton ke titik ketakutan paling ekstrem melalui perpaduan tegang dan lucu.
Cerita berpusat pada lima mahasiswa yang menghabiskan akhir pekan di villa tengah hutan, di mana kematian mendadak seorang pemuda memicu halusinasi, prasangka, dan teror psikologis yang membangun ketegangan secara bertahap.
Dengan pendekatan satire yang unik, film ini tidak hanya menakuti tapi juga mengundang tawa dan pemikiran dari sudut pandang berbeda, membuatnya seperti roller coaster emosi yang tak terduga.
Syuting dilakukan di Puncak dengan tantangan unik: rencana awal melibatkan 3.000 cameo zombie berubah menjadi hanya 100 yang hadir, ditambah 70 kru dari Vokasi UGM, ISI Solo, dan Akademi Film Jogjakarta. Semua terlibat penuh dari pra-produksi hingga pemasaran, menerapkan manajemen gotong royong untuk menghasilkan karya berkualitas tanpa dana besar.
Film ini mendapat apresiasi luas, termasuk dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat delegasi Vokasi UGM dipimpin Agus Maryono bertemu di kantornya pada 2023, yang memuji dukungan bagi industri kreatif kampus.
“Setan Alas!” meraih tiga penghargaan di Jogjakarta Asian Film Festival (JAFF) Netpac 2023 — film terbaik, editing terbaik, dan storytelling terbaik — serta sambutan positif dari media asing seperti Morbidy Beautiful yang memuji skrip briliannya, dan Nightmare on Film Street Podcast yang menyoroti permainan pikiran dan logikanya.
Kini, “Setan Alas!” masuk nominasi Fantastic Fest 2024 di Texas, AS, serta diputar di London dan Toronto, Kanada.
Dibintangi Adhin Abdul Hakim, Anastasia Hersigova, Haydar Salishz, Winner Wijaya, Ibrahim Alhami, Putri Anggie, Ernano Kusumo, dan kejutan dari Hanung Bramantyo sebagai setan alas, gaya sinematik satire-nya menjadikannya berbeda dari horor konvensional, layak ditonton bagi pencinta film yang haus akan inovasi.
(*/cia; foto: ist





