Setelah Viral ‘EGP’, Sundanis Kembali dengan ‘Bad Mood’ – Hipdut Makin Menggoda Gen Z

by -

Visualindonesia.com,-

Musisi hipdut asal Bandung, Sundanis, kembali menggebrak ranah musik Indonesia dengan single keduanya bertajuk ‘Bad Mood’ yang dirilis di bawah label FloorInc pada 27 Februari 2026.

Mengusung nuansa emosional yang relatable, lagu ini lahir dari pengalaman pribadi sehari-hari yang kerap mengubah suasana hati secara mendadak, terutama dalam hubungan asmara, dan kini tersedia di berbagai platform digital streaming.

“Ide lagu ‘Bad Mood’ ini aku dapat dari berbagai hal yang aku alami sehari-hari. Misalnya, saat lagi sama pasangan, tiba-tiba ada hal yang bikin kesal. Tentu saja itu bikin mood langsung berubah jadi bad,” ungkap Sundanis tentang inspirasi di balik karyanya yang segar ini.

Berbeda dari single perdana ‘EGP’ yang telah ditonton dan didengar lebih dari 1,2 juta kali di Spotify, ‘Bad Mood’ tetap mempertahankan ciri khas hipdut — perpaduan hip hop dan elemen Sunda — namun dibuat dengan proses kilat hanya dalam satu hari.

Meski demikian, aransemen musiknya sempat dirombak total berkat ide dadakan, menghasilkan nuansa yang lebih matang dan berbeda dari versi awal.

Kali ini, Sundanis memilih konsep duet penuh dengan menggandeng model sekaligus penyanyi asal Bandung, Uiendha, untuk memberikan warna segar.

“Semoga kolaborasi ini bisa memberi warna baru dalam perjalanan musikalku dan semoga para pendengar musikku bisa merasakan nuansa yang berbeda dan lebih segar,” harapnya.

Dengan optimisme tinggi, Sundanis berambisi agar ‘Bad Mood’ melampaui pencapaian ‘EGP’ dan diterima lebih luas oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia. Ia menekankan bahwa meski liriknya mungkin kurang familiar bagi sebagian orang, bahasa musik bersifat universal.

“Harapanku, single terbaru ini bisa lebih diterima lagi oleh semua lapisan masyarakat Indonesia, jauh melebihi ‘EGP’ dan lagu-lagu Sundanis sebelumnya,” tuturnya penuh keyakinan.

Perkembangan genre hipdut yang semakin diterima, termasuk oleh generasi Z, juga menjadi catatan positif baginya.

Sundanis melihat potensi besar genre ini untuk terus berkembang, mewarnai peta musik Indonesia, bahkan menembus ranah internasional, sekaligus membuktikan bahwa hipdut bukan lagi milik kalangan terbatas melainkan bisa dinikmati secara luas.

(*/ell; foto: ist

Leave a Reply

No More Posts Available.

No more pages to load.