Societeit de Harmonie dan Natasya Elvira Satukan Energi di ‘Syakara’, Lagu Syukur yang Relatable

by -

Visualindonesia.com,-

Band jazz asal Jakarta, Societeit de Harmonie, membuka 2026 dengan hembusan segar berjudul ‘Syakara’, sebuah lagu reflektif yang mengajak pendengar berhenti sejenak dari hiruk-pikuk keluhan dan kecemasan hidup modern, lalu kembali merangkul esensi paling mendasar: rasa syukur.

Dirilis pada awal Februari 2026 menjelang Ramadhan, single ini menjadi karya orisinal pertama band tersebut tahun ini sekaligus penanda babak baru setelah dua tahun konsisten menghadirkan aransemen jazz yang khas.

Lirik ‘Syakara’, — yang diambil dari bahasa Arab bermakna syukur — mengupas kecenderungan manusia terperangkap dalam fantasi, harapan berlebih, atau penyesalan atas masa lalu yang tak bisa diubah.

“Tidak semua hal ada dalam kendali kita, tapi cara meresponsnya tetap bisa kita pilih,” demikian esensi pesan yang disampaikan lewat kata-kata lugas namun mendalam.

Di tengah beban hidup yang kerap terasa berat, bersyukur walau sekecil apa pun, menjadi kunci untuk melihat segala sesuatu dengan lebih jernih dan ringan.

Secara musikal, ‘Syakara’ hadir ringan tapi berlapis. Aransemen horn garapan Dave Rimba sengaja memainkan tabrakan harmonis yang merepresentasikan kekalutan pikiran, namun dibalut nuansa hangat dan gembira, kontras cerdas yang menegaskan bahwa refleksi tak selalu harus muram.

Kolaborasi dengan Natasya Elvira menjadi jantung lagu ini; selain menyanyi dengan vokal vintage yang kontemplatif, Natasya juga menulis lirik sekaligus mengelola proyek dari awal.

Pendekatan mudanya membuat pesan pendewasaan terasa seperti obrolan santai antarteman, bukan ceramah menggurui.

Bukan lagu religi, ‘Syakara’ justru inklusif dan dirancang untuk menemani keseharian, saat menyetir, berjalan kaki, atau naik angkutan umum. Dengan melodi cerah dan ajakan “sing away their problems”, lagu ini mengundang pendengar melepaskan keresahan lewat nyanyian sederhana.

Artwork-nya pun kuat: figur yang tertawa lepas, mengingatkan bahwa di balik senyum setiap orang ada beban masing-masing, tapi rasa syukur mampu meringankannya karena badai pasti berlalu.

Single ini sekaligus pembuka jalan menuju EP bertajuk “Ulangan” yang rencananya rilis dua bulan kemudian.

Melalui ‘Syakara’, Societeit de Harmonie menyampaikan doa sederhana: semoga pendengar terbebas dari pikiran negatif yang membebani, dan menjalani hari dengan lebih ringan, bukan karena masalah lenyap, melainkan karena syukur kembali bertakhta di hati.

(*/ell; foto: ist

Leave a Reply

No More Posts Available.

No more pages to load.