Visualindonesia.com,-
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan sejumlah paket wisata untuk menyambut libur Idul Fitri 2026, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode tersebut yang berpotensi mendorong pergerakan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, dalam jumpa pers terkait isu harga tiket pesawat libur Lebaran yang digelar secara daring, Selasa (17/3), menyampaikan momen Idul Fitri merupakan salah satu periode dengan mobilitas perjalanan tertinggi di Indonesia. Kondisi ini berpengaruh signifikan terhadap pergerakan wisatawan, sehingga diperlukan upaya bersama untuk memastikan kelancaran perjalanan.
“Kami percaya dengan adanya pergerakan ini akan terjadi dampak ekonomi atau perputaran ekonomi yang baik untuk masyarakat, terutama bagi pengusaha UMKM,” kata Made.
Menurut Made, peningkatan mobilitas tersebut tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga membuka peluang perputaran ekonomi yang lebih luas di kalangan masyarakat, khususnya bagi pengusaha UMKM yang menjadi bagian penting dalam ekosistem pariwisata.
Dalam upaya meningkatkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara selama libur Idul Fitri, Kemenpar telah mengoordinasikan dan mengkurasi berbagai paket wisata yang dapat dinikmati masyarakat. Paket tersebut disusun melalui kolaborasi dengan sekitar 40 pelaku industri pariwisata dan difokuskan terutama bagi pengguna transportasi udara.
Kemenpar juga terus mendorong masyarakat untuk berwisata di dalam negeri sebagai bagian dari penguatan kampanye bangga berwisata di Indonesia. Langkah ini tidak hanya memperluas pilihan destinasi bagi wisatawan, tetapi juga memperkuat daya tahan sektor pariwisata nasional melalui optimalisasi potensi domestik.
Lebih lanjut, Made mengingatkan peran penting agen perjalanan daring atau online travel agent (OTA) dalam memberikan layanan yang berkualitas kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya penyampaian informasi yang akurat, terutama terkait harga tiket transportasi darat, laut, maupun udara selama masa libur Lebaran.
“Jika terdapat kondisi di lapangan, kami berharap hal tersebut dapat dikomunikasikan dengan baik sehingga dapat diklarifikasi sesuai dengan kebijakan yang berlaku,” kata Made.
Ia juga mengharapkan dukungan media dalam menyampaikan informasi secara tepat dan berimbang kepada masyarakat, sehingga publik memperoleh pemahaman yang benar terhadap berbagai kebijakan yang diterapkan pemerintah, khususnya terkait sektor transportasi dan pariwisata selama periode libur.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Odo Manuhutu menyampaikan, pemerintah sedang mengupayakan penurunan harga tiket pesawat melalui sejumlah kebijakan strategis.
Upaya tersebut mencakup perbaikan struktur biaya industri penerbangan, formulasi kebijakan tarif batas atas, penyederhanaan regulasi impor suku cadang pesawat, serta penguatan dukungan terhadap rute perintis oleh pemerintah daerah.
Selain itu, pemerintah juga memberikan berbagai insentif selama periode libur Idul Fitri, antara lain diskon Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJPU) sebesar 20 persen, diskon Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U) sebesar 40 hingga 50 persen, diskon avtur hingga 10 persen di 37 bandara, serta potongan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) kebandarudaraan hingga 50 persen.
Melalui berbagai kebijakan tersebut, pemerintah menargetkan adanya penurunan harga tiket pesawat hingga kisaran 17–18 persen, sehingga dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat dalam melakukan perjalanan selama libur Lebaran.
Konferensi pers ini turut dihadiri Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Erwita Dianti; Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan, Agustinus Budi Hartono; serta perwakilan OTA dan asosiasi pelaku industri pariwisata.
(*/vie; foto: dok. Kemenpar





