Setelah Empat Tahun, Alahad Pulang Lewat ‘Jalan nan Buntu’

by -

Visualindonesia.com,-
Ada kalanya diam bukan berarti hilang, ia hanya sedang mencari kata yang tepat untuk kembali bersuara.

Itulah yang dilakukan Alahad, moniker dari gitaris dan penulis lagu Billy Saleh, yang akhirnya merilis single solo perdananya di tahun 2026 bertajuk ‘Jalan nan Buntu’. Ini adalah karya individu pertamanya setelah empat tahun absen, sebuah jeda panjang yang rupanya bukan kekosongan, melainkan penumpukan rasa.

Kehadiran ‘Jalan nan Buntu’ terasa berbeda dari rilisan Alahad sebelumnya. Tahun lalu, Billy masih berbagi panggung kreatif bersama Shinjoko dalam sebuah kolaborasi.

Kini, ia berdiri sendiri dan justru di situlah tantangannya: meninggalkan jejak yang khas, sebuah warna yang tak bisa diklaim siapa pun selain dirinya sendiri.

Secara musikal, lagu ini merawat ciri khas Alahad yang selama ini dikenal pendengarnya, tenang, namun menyimpan getir di balik ketenangannya.

Notasi-notasi yang sengaja “miring” di beberapa titik berpadu dengan ritme perkusif yang menstabilkan, seolah menjadi tangan yang menahan bahu kita agar tidak jatuh sepenuhnya. Vokal latar yang hadir seperti paduan suara kecil turut mengajak pendengar untuk bersandar sejenak.

Lirik ‘Jalan nan Buntu’ sendiri mengisahkan dua orang yang pernah bermimpi sederhana: menua bersama.

Namun mimpi itu perlahan retak bukan karena cinta yang habis, melainkan karena nilai-nilai yang mereka pegang ternyata tak bisa berjalan ke arah yang sama.

Keduanya akhirnya berdamai, masing-masing dengan caranya sendiri meski luka tetap tertinggal di kedua sisi.

“Lagu ini diharapkan bisa mendamaikan setiap pendengar yang sedang mengalami kebuntuan,” demikian harapan yang disampaikan Alahad.

Bukan sekadar pengisi katalog, ‘Jalan nan Buntu’ digadang sebagai persembahan yang tulus bagi para Penyintas Hari Minggu (sebutan yang melekat pada komunitas pendengar setia Alahad).

Nama Alahad sendiri memiliki akar yang dalam. Moniker ini diberikan oleh Ade Paloh dari grup legendaris SORE, disadur dari bahasa Arab Ibnu Al-Ahad, yang berarti Putera Hari Minggu.

Sebelum menempuh jalan solonya, Billy Saleh lebih dulu dikenal publik sebagai gitaris grup rock alternatif Polka Wars.

Nama itu bukan sekadar label, ia adalah representasi dari kegelisahan Billy terhadap hari Minggu, dan kini kegelisahan itu kembali berbicara, pelan namun membekas.

(*/ell; foto: ist

Leave a Reply

No More Posts Available.

No more pages to load.