Visualindonesia.com,-
Sebuah mahakarya sinematik Indonesia, “Empat Musim Pertiwi”, kini semakin mendekati layar lebar setelah merampungkan tahap krusial color grading di Storm Post Production Studio, Amsterdam.
Langkah ini menandai selesainya salah satu fase akhir produksi film terbaru sutradara Kamila Andini, yang dikenal dengan visual memukau dan narasi mendalam. Proses penentuan nuansa visual dan atmosfer emosional film ini dipercayakan kepada Peter Bernaers, seorang koloris internasional ternama yang telah berkontribusi pada film-film peraih penghargaan seperti “Titane” dan “Annette”.
Keterlibatan Bernaers menegaskan komitmen Forka Films untuk menghadirkan standar sinematik global, sekaligus memperkuat identitas visual khas karya-karya Kamila Andini.
Perjalanan “Empat Musim Pertiwi” menuju penyelesaian tidak lepas dari pengakuan internasional yang telah diraihnya. Film ini telah melalui seleksi di lebih dari enam project market global terkemuka, termasuk Berlinale Co-Production Market dan Venice Gap Financing Market.
Dukungan dari tujuh pendanaan global, seperti Hubert Bals Fund dan CNC Cinema du Monde, semakin memperkuat posisinya dalam kancah perfilman dunia. Kolaborasi internasional ini melibatkan Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Singapura, dan Polandia, menjanjikan perspektif kaya dan beragam.
Dibintangi oleh talenta papan atas seperti Putri Marino, Arya Saloka, dan Christine Hakim, “Empat Musim Pertiwi” diproduseri oleh Ifa Isfansyah dari Forka Films bersama Anthony Chen dari Giraffe Pictures.
Film ini diharapkan dapat memberikan pengalaman sinematik yang tak terlupakan bagi penonton Indonesia saat dijadwalkan tayang di bioskop pada tahun 2026.
(*/cia; foto: ist







