Visualindonesia.com,-
Dee Lestari kembali ke industri musik Indonesia setelah 17 tahun vakum merilis album solo, menandai comeback yang dinanti lewat single ‘(Jangan) Jatuh Cinta’ yang dirilis 16 Desember 2024.
Penyanyi sekaligus penulis terkenal ini mengumumkan peluncuran album solo ketiganya, menghadirkan karya baru yang telah lama dirindukan penggemar musik tanah air.
Keputusan Dee untuk kembali bermusik berawal dari momen pribadi yang mengubah hidupnya. Setelah ayahanda tercinta berpulang pada 2024, Dee mengalami kedukaan mendalam yang mendorongnya mencari penghiburan.
Di rumahnya yang sunyi, ia memutuskan bernyanyi menggunakan laptop dan speaker layaknya karaoke, sebuah aktivitas sederhana yang ternyata membawa perubahan luar biasa pada jiwanya.

Ritual bernyanyi yang dilakukan hampir setiap malam selama berminggu-minggu itu tidak hanya menyembuhkan luka kehilangan, tetapi juga membuatnya jatuh cinta kembali pada dunia musik.
“Hatinya terasa hidup lagi,” ungkap sumber dekat, menggambarkan transformasi emosional yang dialami Dee.
Momen tersebut menjadi titik balik yang membulatkan tekadnya merengkuh kembali karier sebagai penyanyi, meski selama ini citranya sebagai novelis jauh lebih dominan ketimbang identitasnya sebagai musisi.
Single ‘(Jangan) Jatuh Cinta’ mengangkat tema universal tentang pertentangan antara logika dan hati dalam urusan cinta.
Lewat lirik khasnya yang menyentuh sekaligus menggelitik, lugas namun puitis, Dee menggambarkan bagaimana logika berusaha melindungi hati dari luka, sementara perasaan tak bisa dikemudikan karena jatuh cinta terjadi begitu saja tanpa alasan.
Lagu ini diproduksi bersama arranger Rendy Pandugo dan vocal director Teddy Adhitya, menghasilkan aransemen warm dengan lapisan gitar kaya dan harmoni vokal yang memanjakan telinga.
Dalam showcase bertajuk “Bocor Tipis” yang digelar di Jakarta dan Yogyakarta beberapa waktu lalu, Dee memberikan bocoran lagu barunya kepada publik. ‘(Jangan) Jatuh Cinta’ yang turut diperdengarkan mendapat sambutan positif dari penonton, membuktikan antusiasme tinggi terhadap comeback sang musisi.
Dibantu tim manajemen solid yang terdiri dari Arie Dagienkz, Riko Prayitno dari Mocca, Bayu Fajri, dan Anthono, persiapan album solo ketiga Dee berjalan matang.
Kehadiran Dee Lestari di kancah musik Indonesia bukan tanpa jejak gemilang. Sejak era Rida Sita Dewi (1995-2003), album “Out of Shell” (2006), hingga fenomena “Rectoverso” (2007) yang melahirkan hit legendaris ‘Malaikat Juga Tahu’, produktivitas Dee sebagai pencipta lagu tak diragukan.
Ia bahkan menulis hits untuk deretan penyanyi papan atas seperti Raisa, Ariel Noah, Marcell, Andien, hingga Titi DJ, serta berkolaborasi dengan Iwan Fals dan Bunga Citra Lestari dalam “Rapijali Book Soundtrack” (2021).
Kini, single ‘(Jangan) Jatuh Cinta’ yang tersedia di berbagai platform streaming menjadi hadiah penutup tahun yang manis bagi penikmat musik Indonesia.
(*/ell; foto: ist





