Visualindonesia.com,-
Film “Para Perasuk (Levitating)” karya sutradara Indonesia Wregas Bhanuteja mencuri perhatian dunia lewat penayangan perdana (world premiere) di Sundance International Film Festival 2026 pada 24 Januari 2026.
Diproduksi Rekata Studio dan dibintangi Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, serta diva internasional Anggun, film ini langsung memicu standing ovation meriah dari penonton, menandai momen bersejarah sebagai film Indonesia pertama yang terpilih di program World Cinema Dramatic Competition sejak 13 tahun lalu.
Dipilih dari 16.201 pengajuan film dari 164 negara — termasuk 2.579 feature internasional – “Para Perasuk” bersaing dengan 9 karya unggulan lain di Sundance 2026 (22 Januari–1 Februari), festival independen terbesar dunia sejak 1978.
Kisahnya menyelami obsesi pemuda Bayu menjadi perantara roh saat desanya terancam kekuatan luar, dengan Wregas cerdik mengubah fenomena kerasukan dan ritual sambetan menjadi pengalaman komunal sehari-hari: momen pelepasan tekanan rutinitas yang menyatukan masyarakat, bukan sekadar eksotisme.
“Kerasukan di sini adalah cara orang keluar dari rutinitas, melepaskan tekanan, dan terhubung kembali,” ungkap Wregas, yang sebelumnya sukses dengan short film “Tak Ada yang Gila di Kota Ini” di Sundance 2020.
Sambutan tak berhenti di ovation; ulasan Screen Daily memuji performa memukau Anggun dan kisah quasi-coming-of-age energetik Wregas sebagai “pencerahan sekaligus kecerdasan artistik”.
Penonton Letterboxd pun terpukau: “Luar biasa keren, harus ditonton di bioskop!” (bradf13), serta “Jenius! Cerita imajinatif kuat, pemeran mendalami, ritme Wregas memikat hati” (SWeidman112).
Produser Iman Usman antusias, “Langkah pertama di Sundance penuh semangat, harapannya bertemu penonton global.”
sementara Wregas berterima kasih atas respons internasional dan doa untuk penonton Indonesia. “Para Perasuk (Levitating)” segera tayang di bioskop tanah air, ikuti update-nya di @filmparaperasuk dan @rekatastudio.
(*/cia; foto: ist






