Film ‘Kuyank’ Tawarkan Teror Perlahan dari Cinta Terlarang dan Tekanan Sosial

by -

Visualindonesia.com,-

Dalam sunyi yang menekan batin dan adat yang membelenggu pilihan hidup, film horor “Kuyank” hadir sebagai potret kengerian yang lahir dari emosi terdalam manusia.

Mengusung horor folklor Indonesia, film ini memilih jalur berbeda dengan menjadikan konflik emosional, relasi keluarga, dan tekanan sosial sebagai sumber utama teror yang perlahan namun menghantui.

“Kuyank” berkisah tentang cinta yang terhalang dan pilihan hidup yang kian menyempit, terutama bagi tokoh utama perempuan yang terjebak dalam ekspektasi lingkungan sekitarnya.

Alih-alih menyuguhkan kejutan instan, film ini membangun ketakutan melalui akumulasi rasa tertekan, kesedihan, dan dilema batin yang terus menumpuk hingga mencapai titik genting.

Produser Victor G. Pramusinto menjelaskan bahwa pendekatan tersebut sengaja dirancang agar penonton terlebih dahulu terhubung secara emosional dengan karakter.

Ketika empati telah terbentuk, setiap elemen horor yang muncul akan terasa lebih kuat, personal, dan meninggalkan dampak psikologis yang lebih dalam.

Pendekatan ini menempatkan “Kuyank” sebagai horor emosional, di mana rasa takut tidak semata datang dari kehadiran sosok gaib, tetapi juga dari situasi sosial yang menjerat dan norma yang menekan.

Teror tumbuh dari rasa bersalah, ketakutan akan penilaian lingkungan, serta ketidakmampuan karakter melawan takdir yang dipaksakan.

Dengan latar budaya lokal yang kental dan konflik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, “Kuyank” berupaya menghadirkan horor yang membumi dan relevan.

Film ini mengajak penonton merenungkan bagaimana tekanan adat dan ekspektasi sosial dapat mendorong seseorang mengambil keputusan ekstrem yang berujung pada tragedi.

Melalui narasi berlapis dan eksplorasi emosi yang mendalam, “Kuyank” menegaskan bahwa horor folklor Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang lewat cerita yang kuat, bukan sekadar menampilkan makhluk menyeramkan.

Film ini diharapkan mampu memperkaya khazanah film horor nasional sekaligus membuka ruang eksplorasi baru bagi kisah-kisah berbasis budaya Nusantara.

(*/cia; foto: ist

Leave a Reply

No More Posts Available.

No more pages to load.