Visualindonesia.com,-
Di belantara melodi yang kian riuh, muncul sebuah bisikan baru yang membawa warna tersendiri. PYC, musisi alt-pop pendatang baru yang memukau, secara resmi merilis debut albumnya yang bertajuk “taste”.
Album ini bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan sebuah undangan untuk menyelami spektrum cinta yang begitu luas dan kompleks, sebuah pengalaman yang ia gambarkan sebagai manis, memabukkan, menenangkan, sekaligus adiktif.
PYC menawarkan perjalanan emosional yang intens, dari hasrat pertama yang membara hingga jejak rasa yang tak pernah pudar, menjadikannya penantian yang berharga bagi para pencinta musik Indonesia dan alt-pop.
Dalam “taste”, PYC mengartikan cinta sebagai sesuatu yang dapat “dinikmati”, perasaan yang bisa dikecap, diresapi, dan dirasakan kembali, bahkan ketika kita tahu konsekuensi pahit yang mungkin menyertainya.

Setiap komposisi dalam album ini memaparkan nuansa berbeda dari keintiman, dimulai dari euforia ketertarikan, kenyamanan dalam kedekatan, rasa bersalah akibat batas yang memudar, hingga ketakutan akan kasih sayang yang bersyarat.
PYC dengan brilian mengurai bagaimana manisnya cinta dapat berubah menjadi candu, dan kepedulian yang tulus dapat bergeser menjadi ketergantungan emosional, sebuah eksplorasi mendalam tentang dinamika hubungan manusia yang penuh kerentanan.
Salah satu permata dalam “taste” adalah lagu berjudul ‘Spider-Guy’, sebuah melodi yang playful namun sarat akan makna.
Lagu ini mengusung kisah pengabdian muda dan kepahlawanan yang tak sempurna, merefleksikan keinginan untuk melindungi orang terkasih dan menjadi tempat pulang yang aman, bahkan tanpa kekuatan super.
Dengan lirik yang lembut dan nada yang tulus, ‘Spider-Guy’ merangkai romansa melalui kejujuran, bukan kesempurnaan.
Selain ‘Spider-Guy’, delapan lagu lainnya seperti ‘Zsa Zsa Zsu’ yang glamor, ‘Miso’ yang hangat di tengah dilema, ‘Potion’ yang memaparkan obsesi magis, hingga ‘K?’ yang menangkap lonjakan dopamin awal cinta, membentuk narasi utuh tentang berbagai “rasa” dalam cinta.
PYC, yang dikenal dengan kemampuannya mengubah kerentanan menjadi gambaran yang hidup, dengan cerdik menggunakan metafora sensorik untuk menceritakan kisah-kisah cinta, kerinduan, dan hubungan manusia.
Melalui “taste”, PYC memperkenalkan dunia di mana emosi dirasakan secara mendalam dan diekspresikan tanpa ragu, sebuah penanda awal perjalanan artistik yang khas dan menjanjikan di kancah musik alt-pop.
Album ini menjadi sebuah ajakan bagi para pendengar untuk menikmati setiap gigitan cinta, menyadari risikonya, namun tetap bersedia mencicipinya lagi, karena terkadang, memang begitulah esensi dari sebuah ‘rasa’.
(*/ell; foto: ist






