Visualindonesia.com,-
Gemerlap lampu hias dan riuh tawa perayaan tahun baru sejenak terhenti. Di puluhan hotel yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, keheningan menyelimuti ruang ballroom yang dipenuhi ratusan tamu. Mereka menunduk khusyuk, menyatukan doa untuk saudara-saudara di Sumatra yang tengah berjuang melawan lumpur dan air bah.
Inilah “Cahaya untuk Indonesia”, momen refleksi di tengah pergantian tahun yang diinisiasi PT Hotel Indonesia Natour (InJourney Hospitality), anak perusahaan PT Aviasi Pariwisata Indonesia.
Pada detik-detik pergantian ke 2026, seluruh jaringan hotel InJourney Hospitality menggelar moment of silence secara serentak.
Kegiatan yang melibatkan tamu, stakeholders, hingga pemuka lintas agama ini menjadi simbol solidaritas nasional terhadap korban bencana alam, khususnya banjir yang melanda wilayah Sumatra. Suasana khidmat semakin terasa saat alunan “Ibu Pertiwi” mengalun lembut, diikuti doa dari berbagai keyakinan (Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu), sebelum seluruh hadirin menyanyikan “Indonesia Pusaka” sebagai penutup momen penuh makna tersebut.
Di Bali, The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel menghadirkan lima pemuka lintas agama dalam rangkaian “Seaside Festive Symphony” yang dimeriahkan penampilan Erwin Gutawa Orchestra, Indra Lesmana Jazz Experience, hingga Eva Celia.
Merusaka Nusa Dua mengusung tema “The Great Gatsby Sparkle Night 2026” dengan sentuhan glamor tahun 1920-an, sementara The Manohara Hotel Yogyakarta menghadirkan enam pemuka agama dalam momen keheningan yang diiringi cahaya flash light dari ratusan ponsel tamu.
Kepedulian tidak berhenti pada doa. Sebagian besar unit hotel InJourney Hospitality menyalurkan porsi keuntungan dari penyelenggaraan perayaan tahun baru untuk membantu korban bencana. The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel mengalokasikan 3 persen dari keuntungan acara, sementara The Manohara Hotel Yogyakarta berkolaborasi dengan Human Initiative untuk membuka donasi terbuka.
Hotel-hotel lain seperti Merusaka Nusa Dua, Meruorah Komodo Labuan Bajo, KHAS Pekalongan, hingga puluhan unit di Jawa, Sumatra, dan Indonesia Timur turut menggelar aksi serupa.
“Melalui ‘Cahaya Untuk Indonesia’, kami hadir bersama masyarakat melalui doa, kepedulian, dan empati kepada saudara-saudara yang terdampak bencana alam,” ujar Christine Hutabarat, Direktur Utama InJourney Hospitality.
Menurutnya, keterlibatan seluruh tamu dalam kegiatan tersebut mencerminkan semangat solidaritas dan gotong royong yang terus dijaga perusahaan. Di tengah gemerlap pesta dan kemeriahan musik, momen hening ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan bermakna ketika disertai kepedulian terhadap sesama, sebuah warisan nilai yang diharapkan terus hidup di setiap pergantian tahun.
(*/dee; foto: ist





