Visualindonesia.com,-
Dari mimpi penggemar K-Pop yang hanya menatap layar ponsel, Saskia Chadwick melangkah ke realitas mencekam sebagai pemeran utama film horor kolaborasi Indonesia-Korea “Tolong Saya! (Dowajuseyo)”, sebuah lompatan karier yang mengukuhkan posisinya sebagai the next ratu horor Indonesia di panggung internasional.
Aktris yang selama ini dikenal lewat berbagai film horor Tanah Air seperti “Jalan Pulang”, kini memikul beban cerita sebagai Tania, seorang mahasiswi Indonesia dalam program pertukaran pelajar di Korea Selatan.
Karakter ini terperangkap dalam pusaran teror psikologis dan supranatural, di mana bisikan “Dowajuseyo” (Tolong saya) dalam bahasa Korea menggema dari kegelapan asrama tua di Busan, memaksa Tania menjadi perantara arwah penasaran yang mencari keadilan atas kematian tak wajar.
Peran menantang ini menuntut totalitas Saskia, baik ketahanan fisik saat adegan kesurupan berbahasa Korea, maupun kedalaman emosi untuk menghidupkan rasa isolasi, ketakutan, dan konflik lintas budaya yang tajam.
Proses produksi di Korea Selatan membawa tantangan nyata bagi Saskia. Selain hambatan bahasa, ia harus beradaptasi dengan ritme kerja cepat, kedisiplinan tinggi, serta pendekatan teknis khas industri film Korea yang diakui dunia.
Syuting di lokasi Busan dan Seoul bukan sekadar pekerjaan, melainkan perjumpaan antara impian romantis dengan realitas profesional yang keras di mana ia tak lagi menjadi bintang tamu, melainkan pusat narasi yang memikul seluruh ketegangan film.
Film produksi Heart Pictures ini, digarap sutradara Nur Muhammad Taufik dan Sjahfasyat Bianca, menggabungkan mitos urban Korea dengan sentuhan horor psikologis Indonesia, bahkan terinspirasi kisah nyata pengalaman keluarga penulis naskah.
Keberhasilan Saskia di proyek ini menandai fase baru: dari aktris horor lokal yang kuat menjadi talenta lintas negara yang mampu beradu akting dengan aktor Korea seperti Kim Geba dan Kim Seoyoung, serta deretan pemain Indonesia termasuk Cinta Brian, Dito Darmawan, dan Aruma Khadijah.
“Tolong Saya! (Dowajuseyo)” dijadwalkan merilis ketegangan di bioskop Indonesia mulai 29 Januari 2026, siap menjadi gebrakan baru bagi penggemar horor yang haus cerita segar berbalut budaya dua negara.
(*/cia; foto: ist





