GUNGS Rilis ‘Awal Masa’, Kisah Luka yang Dibentuk Jadi Kekuatan

by -

Visualindonesia.com,-

Seperti gema yang menolak hilang ditelan waktu, GUNGS menjadi bab baru bagi Raissa Faranda, musisi yang dikenal lewat ZIRAH, Noon Radar, serta sempat terlibat dengan The Jansen dan Morgensoll. Lewat debut album “Awal Masa”, Raissa melangkah sebagai solois dengan karya yang lebih intim dan jujur.

Nama GUNGS diambil dari potongan akhir nama ayahnya, Agung Nugroho, menegaskan sisi personal proyek ini. Album “Awal Masa” dirilis digital pada 3 Februari 2026, berisi 9 trek yang disusun linear sebagai satu perjalanan emosional utuh.

Tema utama album ini berangkat dari ketakutan Raissa terhadap oblivion — kecemasan bahwa cinta, amarah, luka, dan pengorbanan suatu hari akan memudar hingga tak lagi terasa penting.

“Gue takut sama kapabilitas gue melupakan… sampai keadaan itu udah nggak mengganggu apapun dalam hidup gue,” ujar Raissa.

Ketakutan itu berkaitan dengan trauma keterikatan: kehilangan figur ayah sejak kecil, perceraian orang tua, dan relasi dewasa yang tak stabil.

Dari situ, “Awal Masa” berubah menjadi bentuk perlawanan, dorongan untuk membuktikan ketangguhan, bahkan jika pembuktian itu akhirnya kembali pada dirinya sendiri.

Raissa menggarap album ini hampir sepenuhnya seorang diri di studio kecilnya, Kebon Lamtoro. Ia merekam gitar, bass, piano, hingga synth sendiri, sementara drum diisi Raveliza (Monkey to Millionaire, The SIGIT) yang juga menjadi co-producer dan membantu menerjemahkan emosi ke dalam detail vokal serta permainan instrumen.

Kejujuran menjadi sikap artistik yang menonjol: lagu penutup ‘Gila (Jalani Saja)’ direkam hanya memakai ponsel, dan karakter mixing berbeda di ‘Damai Mimpi’ dibiarkan sebagai jejak proses. Pilihan itu menegaskan bahwa album ini lebih mementingkan rasa ketimbang kesempurnaan teknis.

Dalam tiap trek, Raissa menjadikan berbagai relasi sebagai cermin: mantan kekasih, sahabat, orang tua, hingga hubungan terlarang. Album dibuka oleh ‘Jangan Berlalu’, menguat lewat ‘IYAA’ sebagai penentu mood, lalu berakhir pada ‘Gila (Jalani Saja)’ yang merangkum pesan utama: ketakutan akan terlupa mungkin tak lenyap, namun kini tak lagi mengendalikan, dan ‘Awal Masa’ adalah cara baru Raissa memandang diri, dengan berani hadir sepenuhnya.

(*/ell; foto: ist

Leave a Reply

No More Posts Available.

No more pages to load.