Visualindonesia.com,-
Band indie neo-psikedelia asal Medan, Yoko City Ghost, resmi merilis single terbaru bertajuk ‘Malari 74’ pada 6 Februari 2026 melalui kerja sama dengan label rekaman demajors.
Lagu ini bukan sekadar tambahan katalog, melainkan pintu gerbang megah menuju album kedua mereka yang telah dinanti penggemar sepanjang tahun ini.
Dalam hembusan retrofuturistik yang kental, band ini mengangkat peristiwa tragis Malari — Malapetaka 15 Januari 1974, ketika demonstrasi mahasiswa di Jakarta berubah menjadi kerusuhan besar menentang investasi asing dan korupsi era Orde Baru — sebagai inspirasi utama.
Mereka meresapi kegelapan sejarah itu, lalu membalutnya dalam lapisan suara neo-psikedelik modern yang seolah berasal dari mesin waktu tahun 70-an, menciptakan ode puitis bagi masa lalu yang terdistorsi.
Kehadiran Tony Ruin sebagai vokalis baru menjadi elemen paling mengejutkan dalam ‘Malari 74’. Suaranya membawa nyawa segar, memperkaya tekstur harmoni tanpa mengkhianati akar estetika yang telah dibangun sejak album debut “Sputnik-1” (2024) dan single ikonik seperti ‘Perjalanan Lain Menuju Bulan’.
Formasi lengkap band kini terdiri dari Tengku Ariy (bass), Tony Ruin (vokal, synthesizer, tamborin), Ridho Zuhri (gitar), Kristian Glahita (keyboard), Jose Ludofikus (drum), serta Evan Ewaldo (synthesizer & sequencer).
Single ini sekaligus menjadi teaser kuat untuk album kedua berjudul “Back to Earth”, yang tengah digarap intensif dan dijadwalkan rilis masih di tahun 2026.
Yoko City Ghost menjanjikan eksplorasi lebih liar, menggabungkan elemen indie rock, baroque pop, synthwave, serta lirik yang merangkai kegelisahan personal tentang kematian, romansa, sci-fi, dan absurditas dunia distopia.
Dari studio di Medan, band ini mengajak pendengar untuk duduk tenang, putar volume kencang, resapi setiap baris lirik, dan menyambut era baru mereka yang penuh kejutan.
(*/ell; foto: ist





