Visualindonesia.com,-
Dalam bisu malam Februari yang merangkai kisah cinta dan kehilangan, lagu ‘Shooting Star’ karya Ei hadir sebagai suara lembut yang menembus ruang hati. Single terbaru dari penyanyi-penulis lagu Eileen Pandjaitan ini bukan sekadar pop ballad biasa, melainkan surat tanpa alamat yang jujur dan intim, menyimpan cerita tentang rindu yang tak pernah benar-benar usai.
‘Shooting Star’ menjadi soundtrack Valentine 2026 yang berbeda, mengajak pendengar menyelami perasaan kehilangan yang masih menggantung dan harapan akan keajaiban kecil yang membawa yang dicinta kembali.
Ei, yang kini menempuh pendidikan musik di Berklee College of Music lewat jalur beasiswa, menciptakan lagu ini sebagai refleksi personal tentang cinta yang tak harus berakhir dengan kata ‘selesai’.
Dalam ‘Shooting Star’, seorang perempuan berdiri di kafe di mana dulu mereka bertemu, berharap melihat sosok yang dirindu lewat, meski mungkin itu hanya halusinasi atau sekadar harapan.
Lagu ini mengalir seperti percakapan batin yang murni, tanpa filter, mengungkapkan sisi cinta yang jarang terdengar di hari Valentine yang biasanya dipenuhi lagu-lagu manis dan ceria.
Produksi lagu ini sengaja dibuat sederhana dan intim agar esensi emosi tetap terjaga. Kolaborasi Ei dengan Bowo Soulmate sebagai Vocal Director dan produser Ankadiov serta Andreas Arianto menghasilkan soundscape yang bersih dan resonan, memungkinkan vokal lembut Ei benar-benar berbicara tanpa dramatisasi berlebihan.
Pendengar seolah diajak duduk bersama Ei di meja kafe itu, merasakan setiap detak rasa yang tersimpan.
Valentine bukan hanya milik mereka yang sedang jatuh cinta, tapi juga bagi yang menyimpan kenangan dalam playlist khusus, yang pernah kehilangan namun tetap percaya pada keajaiban kecil, yang sedang berdamai dengan luka, dan memilih mencintai tanpa harus memiliki.
‘Shooting Star’ menemani mereka yang belum siap melupakan, mengajak untuk mengakui perasaan yang masih ada tanpa paksaan untuk move on.
Di tengah derasnya arus digital yang membuat perhatian mudah teralihkan, lagu ini hadir sebagai oase yang memaksa kita berhenti sejenak dan merasakan kedalaman emosi.
Valentine 2026 mungkin bukan tentang bunga atau foto berdua, melainkan tentang merayakan cinta dalam segala bentuknya.
Saat malam tiba dan langit dihiasi bintang jatuh, ‘Shooting Star’ menjadi pengingat bahwa cinta, meski tak sempurna, selalu layak dihargai dan dirayakan.
(*/ell; foto: ist






