Visualindonesia.com,-
Seperti kuda-kuda perang yang melesat di padang stepa Mongolia, The HU kembali menerjang industri musik global dengan amunisi baru bertajuk ‘The Real You’.
Grup rock asal Mongolia yang telah menjadi fenomena dunia ini merilis single terbarunya hari ini melalui Better Noise Music, menandai babak baru dalam perjalanan musik mereka yang memadukan tradisi kuno dengan kekuatan rock modern.
Single ‘The Real You’ menghadirkan The HU dalam wajah yang lebih agresif dan atmosferik dibanding karya-karya sebelumnya. Identitas khas Hunnu Rock mereka tetap menjadi tulang punggung, namun kali ini diperkuat dengan sentuhan rock Barat yang lebih kental dan menghantam.
Kolaborasi dengan produser Dashka (Dashdondog Bayarmagnai) dan mixing engineer peraih lima Grammy Awards, Chris Lord-Alge, menghasilkan soundscape yang intens dan emosional, perpaduan throat singing, instrumen tradisional Mongolia, dan ritme modern yang menggelegar.
“Single ‘The Real You’ adalah representasi dari album baru kami yang akan datang,” ungkap Temka.
Proses kreatif lagu ini lahir dari visualisasi mendalam tentang para leluhur mereka yang melaju kencang menunggang kuda melintasi bentang alam Mongolia.
“Dengarkan lagu ini untuk mengekspresikan perasaan yang selama ini kamu pendam dan rasakan energi luar biasa yang kami salurkan kepada pendengar,” tambahnya.
Lebih dari sekadar gempuran musik keras, ‘The Real You’ membawa pesan reflektif yang dalam. Lagu ini terinspirasi dari peribahasa Mongolia yang berbunyi, “Jangan khawatir tentang apa yang ada di atas kepala orang lain, tapi khawatirkan apa yang tidak ada di kepalamu sendiri.”
Pesan tentang pentingnya fokus pada diri sendiri ketimbang menghakimi orang lain ini dikemas dalam lirik bahasa Mongolia yang tajam, menyoroti tema manipulasi, ketakutan, dan penyalahgunaan kekuasaan.
Meski dinyanyikan sepenuhnya dalam bahasa ibu mereka, emosi dan intensitas yang terpancar dari lagu ini tetap terasa universal, menembus batasan bahasa.
Sebagai band yang telah membawa musik Mongolia ke panggung internasional dan diakui sebagai UNESCO Artist for Peace, The HU sekali lagi membuktikan posisinya sebagai kekuatan global yang tak bisa diabaikan dalam peta musik dunia.
(*/ell; foto: ist





