Visualindonesia.com,-
Kadang, sebuah keberanian kecil menyimpan takdir yang jauh lebih besar dari yang pernah dibayangkan. Begitulah yang dialami Kintan, penyanyi pendatang baru yang kini resmi merilis single debut bertajuk ‘Let’s Dance’, sebuah lagu upbeat berenergi tinggi yang lahir bukan dari rencana matang, melainkan dari keisengan mengikuti lomba karaoke antara sesama jurnalis.
Segalanya bermula ketika Kintan, yang dikenal sebagai jurnalis sekaligus penyiar radio dan MC, memberanikan diri tampil di ajang karaoke antar jurnalis. Ia pulang membawa juara dua dan sesuatu yang tak kalah berharga: tawaran dari Fransiscus Eko, executive producer dari Cadazz Pustaka Musik (CPM), untuk menyanyikan sebuah lagu secara profesional.
“Awalnya iseng ikut lomba karaoke antar jurnalis, alhamdulillah juara dua. Lalu ditawari Mas Eko untuk membawakan salah satu lagu. Dari situ akhirnya aku mencoba serius menjalaninya,” ungkap Kintan.
Tantangan pun langsung datang sejak awal. Kintan yang selama ini lebih akrab dengan lagu-lagu ballad, justru diminta membawakan nomor upbeat bertempo cepat. Fransiscus Eko mengaku keputusan itu disengaja.
“Kintan itu multi-tasking, jurnalis, penyiar radio, host, MC, bisa nyanyi dan dance. Tantangan yang saya berikan itu juga bisa dianggap penghargaan buat dia. Saya yakin dia pasti bisa mengeksekusi lagu ini,” jelasnya.
Kintan sendiri menerimanya dengan tawa. “Ini benar-benar di luar zona nyaman. Kata Mas Eko, tantangan wajib dicoba supaya bisa berkembang.”
‘Let’s Dance’ diciptakan oleh Yanda Bebeh, sahabat Fransiscus Eko yang juga bertindak sebagai produser musik dan arranger. Yanda mengaku lagu ini lahir dalam tempo kilat, lirik rampung dalam satu hari, aransemen diselesaikan dalam dua hingga tiga hari. Inspirasinya datang dari gelombang K-pop yang tengah mendominasi selera musik Indonesia.
“Nuansa K-pop yang catchy, enerjik, dan easy listening menjadi pondasi utama dalam membangun karakter ‘Let’s Dance’,” terang Yanda.
Dari sisi produksi, lagu ini mengusung sentuhan EDM modern dengan elemen techno, synth, dan beat elektronik yang kuat, membuatnya terasa hidup dan siap menghidupkan suasana di mana pun diputar.
Proses rekaman berlangsung sekitar tiga jam, dengan tantangan terbesar pada penguasaan lirik bertempo cepat. Namun suasana di studio tetap menyenangkan berkat dukungan penuh tim produksi. Kintan menyebut CPM sebagai label yang tak sekadar bicara bisnis.
“Di sini bukan cuma soal uang, tapi soal saling mendukung, mendengarkan, dan tumbuh bersama. Nggak semua label punya suasana seperti itu,” katanya.
Pesan yang ingin Kintan sampaikan lewat lagu ini sederhana namun mengena: jangan ragu mengekspresikan kebahagiaan melalui gerak tubuh.
“Banyak orang tanpa sadar menari saat bahagia, jadi jangan ragu buat bahagia, gerakkan badanmu, and let’s dance!” serunya.
Ke depan, ia mengaku tengah menyiapkan karya baru yang lebih emosional, kemungkinan besar sebuah ballad bertema pelepasan. Fransiscus Eko pun telah menatap langkah selanjutnya: video musik “Let’s Dance” akan segera diproduksi agar para penikmat musik tanah air bisa melihat sosok Kintan seutuhnya.
Dari sebuah lomba karaoke yang awalnya hanya untuk bersenang-senang, kini sebuah perjalanan musik sungguhan telah dimulai. ‘Let’s Dance’ telah tersedia di seluruh Digital Store Platform (DSP).
(*/ell; foto: ist







