Visualindonesia.com,-
Mencuat dari kedalaman Detroit, Eva Under Fire mengukir langkah baru dalam dunia musik hard rock dan alternatif metal dengan merilis single terbaru berjudul ‘Murder Scene’ pada 6 Februari 2026 melalui Better Noise Music.
Lagu ini menjadi pernyataan perlawanan yang emosional, mengubah luka batin menjadi anthem kekuatan diri bagi mereka yang pernah mengalami pengkhianatan dan tekanan mental.
Dengan sound keras dan lirik tajam, ‘Murder Scene’ membahas isu sensitif seperti gangguan makan, body dysmorphia, kecemasan, dan tekanan publik yang berubah menjadi penghakiman.
Amanda Lyberg, vokalis band ini, menyatakan, lagu ini mengeksplorasi gangguan makan, citra tubuh, dan bagaimana mimpi bisa berubah menjadi mimpi buruk ketika orang yang dulu mendukung mulai mengkritik.
“Lagu ini terasa brutal sekaligus rapuh, mencerminkan pertarungan batin yang nyata,” ujarnya.
Single ini merupakan lanjutan dari ‘Awakening’ yang dirilis tahun 2025 dan menandai era baru Eva Under Fire yang semakin terbuka dan konfrontatif.
Amanda, yang juga seorang terapis berlisensi, memanfaatkan pengalamannya untuk membuka dialog tentang kesehatan mental melalui musik mereka.
Untuk mendukung perilisan ini, band ini akan tampil dalam tur Amerika Serikat bersama Jeris Johnson dan Butcher Babies, mengajak pendengar menyuarakan solidaritas dan kekuatan bersama.
(*/ell; foto: ist






