Visualindonesia.com,-
Suara segar Syifa Mahirah, penyanyi 23 tahun asal Makassar, baru saja menyapa industri musik tanah air lewat single debut berjudul ‘Jerih Penat’ yang dirilis Februari 2026.
Lagu ini lebih dari sekadar perkenalan diri; ia menjadi pengakuan jujur yang lahir dari pengalaman paling personal. Syifa menulis dan mengkomposisikan seluruhnya sendiri, lalu mendedikasikannya untuk ibunya yang tak kenal lelah bekerja demi keluarga.
“Rehatlah, sejenak… Kuharap kau rehat sejenak, sambutlah bahagia, tak perlu merasa kau sendiri,” potongan lirik itu terasa seperti pelukan.
Kekuatan ‘Jerih Penat’ tak berhenti pada satu sosok ibu. Liriknya terbuka lebar, universal, menyapa setiap orang yang pernah melihat cinta bekerja dalam diam: ayah yang berangkat sebelum fajar, pasangan yang berjuang demi buah hati, atau siapa saja yang melawan lelah tanpa banyak suara.
Di situlah lagu ini menemukan tempatnya—sebagai soundtrack bagi pejuang-pejuang senyap atas nama kasih sayang.
Lahir 28 November 2002 di Makassar, Syifa sudah bernyanyi sejak usia tiga tahun dan akrab dengan berbagai alat musik. Meski sempat menempuh pendidikan teknik sipil—dunia hitungan dan struktur yang kontras dengan jiwa seninya—musik tetap menjadi ruang di mana ia menjadi diri sendiri sepenuhnya.
Perfeksionis dalam berkarya, ‘Jerih Penat’ sekaligus pernyataan betapa pentingnya musik bagi hidupnya.
Aransemen lagu ini hangat dan sederhana, tanpa unsur berlebihan. Pengulangan “Rehatlah, sejenak” di chorus terdengar seperti doa lembut, harapan yang sering kita pendam.
Di masa yang memuja produktivitas dan memandang lelah sebagai tanda sukses, Syifa justru mengingatkan: berhenti sejenak bukan menyerah, melainkan bentuk kasih pada diri sendiri dan orang-orang tercinta.
‘Jerih Penat’ siap menemani pendengar di Spotify, YouTube, dan platform lainnya. Jika lagu ini mengingatkanmu pada seseorang, bagikan saja, mungkin itulah cara paling indah menyampaikan, “Aku mengerti perjuanganmu, tak apa jika kau rehat sejenak.”
(*/ell; foto: ist






