Visualindonesia.com,-
Setetes minyak bekas menggoreng, selama ini hanya berakhir di saluran pembuangan. Namun di tangan perempuan-perempuan tangguh pelaku UMKM Jakarta, limbah dapur itu kini berpotensi menjadi sumber penghasilan sekaligus penyelamat lingkungan.
Semangat itulah yang mengalir dalam perayaan International Women’s Day (IWD) 2026 yang digelar Vertu & Yello Hotel Harmoni Jakarta, bukan dengan pesta seremonial, melainkan dengan aksi pemberdayaan yang membumi.
Mengusung tema global “Gain to Give”, hotel ini menggandeng Noovoleum, perusahaan inovator pengelolaan limbah minyak goreng jelantah, sebagai mitra edukasi.
Para perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan Harmoni diperkenalkan pada konsep ekonomi sirkular, yakni bagaimana sisa minyak goreng yang kerap dibuang sembarangan dapat diolah kembali menjadi energi terbarukan, sekaligus menghasilkan keuntungan finansial bagi mereka.
Tharesa Rahma Primula, Business Development Manager Noovoleum, hadir sebagai pembicara utama dalam sesi edukasi tersebut. Ia memandu para peserta memahami cara kerja platform Noovoleum, mulai dari proses penyetoran minyak jelantah hingga mekanisme imbal hasil yang bisa langsung dirasakan penggunanya.
Pendekatan yang praktis dan aplikatif ini disambut antusias oleh para ibu pelaku UMKM yang hadir.
Roman Soleh, Director of Marketing & Communication Vertu and Yello Hotel Harmoni Jakarta, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan perayaan hari besar.
“Tema ‘Gain to Give’ tahun ini bukan sekadar slogan, melainkan panggilan aksi. Kami ingin memberdayakan ibu-ibu pelaku UMKM di sekitar kami agar mereka mampu meraih keuntungan dari pengelolaan limbah yang cerdas, yang pada akhirnya memberikan dampak positif bagi kesejahteraan keluarga mereka dan kesehatan lingkungan Jakarta,” ujarnya.
Lewat sinergi antara industri perhotelan dan inovasi pengelolaan limbah, Vertu & Yello Hotel Harmoni Jakarta menempatkan perempuan bukan sekadar sebagai penerima manfaat, melainkan sebagai pelaku utama perubahan.
Langkah kecil dari dapur ini, jika terus dirawat, bukan mustahil tumbuh menjadi gerakan besar menuju Jakarta yang lebih hijau dan ekonomi lokal yang lebih berdaya.
(*/den; foto: ist






