Visualindonesia.com,-
Gelombang hasrat kuliner menyapu beranda media sosial seiring munculnya Dubai Chewy Cookie sebagai primadona baru tren kuliner viral Indonesia. Suara renyah yang menggema dari layar kaca memancing nafsu makan netizen tanpa batas ruang dan waktu.
Fenomena ini bermula dari konten ASMR yang menonjolkan sensasi gigitan pertama secara intim. Kombinasi tekstur unik menjadi kunci utama daya tarik tersebut bagi para pencinta camilan.
Lapisan luar yang chewy bertemu harmonis dengan isian kataifi pistachio renyah menciptakan pengalaman makan berbeda.
Tak hanya rasa, visual dari camilan ini juga menjadi daya tarik utama. Warna cokelat pekat dipadukan dengan isian hijau pistachio membuatnya terlihat sangat menggugah selera.
Fenomena ini semakin meluas setelah banyak kreator konten membagikan pengalaman mereka saat mencoba camilan tersebut. Dari sekadar tren FYP, kini Dubai Chewy Cookie menjadi buruan.
Lonjakan minat masyarakat bahkan membuat sejumlah penjual kewalahan. Pre-order membludak dan antrean pembelian pun terjadi di berbagai platform online.
Menurut Adi Rahardja, tren ini menunjukkan perubahan perilaku konsumen. Tren camilan di Indonesia belakangan ini identik dengan tekstur yang kenyal, rasa yang unik, hingga tampilan yang menggugah selera.
Ia juga menambahkan bahwa konsumen kini tidak hanya mencari rasa, tetapi juga pengalaman saat menikmati makanan.
Fenomena ini membuktikan bahwa kekuatan media sosial mampu mengubah camilan menjadi tren nasional dalam waktu singkat. Hal ini menandai era baru di mana pengalaman visual dan auditory memegang kendali atas keputusan pembelian konsumen.
(*/dee; foto: ist












