Visualindonesia.com,-
Tujuh tahun adalah waktu yang lama untuk menyimpan sebuah perasaan, dan bagi Inocent Purwanto, selama itulah sebuah lagu menunggu giliran untuk didengar dunia.
Solois muda berbakat itu kini resmi merilis single terbaru bertajuk ‘Sirna’, sebuah karya emosional yang lahir dari pengalaman paling jujur dalam hidupnya dan menjadi tonggak baru dalam perjalanan musiknya.
Proses penciptaan lagu ini bermula secara tidak terduga. Inocent mengaku ‘Sirna’ tercipta begitu saja saat ia sedang bersenandung sendiri, ketika melodi sederhana itu tiba-tiba membawanya kembali ke kenangan masa lalu.
“Awalnya tercipta begitu saja ketika aku lagi humming. Tiba-tiba keingat sesuatu yang pernah terjadi di masa lalu aku, dan dari situ lahir bagian reff-nya. Setelah itu baru dikembangkan bersama partner dalam membuat lagu hingga akhirnya lengkap dengan verse dan bridge,” ceritanya.
Meski sudah rampung sejak lama, lagu ini sempat tertahan hampir satu dekade sebelum akhirnya menemukan momennya untuk dirilis.
Judul ‘Sirna’ pun bukan pilihan pertama. Semula lagu ini disebut “Tak Mampu Pergi”, namun setelah berdiskusi dengan tim dan executive producer, judul itu dianggap terlalu literal.
Kata “Sirna” dipilih karena dianggap lebih kuat merepresentasikan rasa kehilangan dan runtuhnya sebuah harapan, tema sentral yang menjadi jiwa lagu ini. Secara naratif, ‘Sirna’ berbicara tentang seseorang yang meyakini sebuah hubungan akan berakhir bahagia, namun harus berdamai dengan kenyataan bahwa tidak semua harapan menjadi nyata.
“Prosesnya cukup mengejutkan buat aku, karena ini pertama kalinya aku menciptakan lagu berdasarkan kisah pribadi,” ungkap Inocent.
Dari sisi produksi, lagu ini dikerjakan selama dua bulan bersama tim SOEX Studios, dengan Andre Lizt sebagai Music Director dan Barsena Bestandhi sebagai Vocal Director.
Inocent sengaja menghadirkan nuansa yang lebih megah lewat sentuhan string dan aransemen orkestra, menciptakan atmosfer dramatis yang ia sebut sebagai representasi paling utuh dari dirinya secara musikal.
Lebih dari sekadar lagu perpisahan, ‘Sirna’ membawa pesan reflektif bahwa manusia boleh berharap, namun tidak sepatutnya menggantungkan harapan sepenuhnya pada orang lain.
Inocent ingin lagu ini menjadi ruang bagi siapa pun yang sedang berada di fase kehilangan untuk merasa dimengerti. Sebagai pelengkap, sebuah visualizer turut disiapkan guna memperkuat pengalaman emosional para pendengar.
‘Sirna’ juga menjadi pembuka dari sesuatu yang lebih besar. Single ini dipastikan masuk dalam EP terbaru Inocent yang dijadwalkan rilis tahun ini, menandai arah musikal yang semakin matang dan personal.
Dengan karya yang kian berani dan jujur, Inocent melangkah lebih jauh, tidak hanya menjangkau pendengar di Indonesia, tetapi juga membidik panggung internasional.
(*/ell; foto: ist










