Standar Tinggi Ahmad Dhani di The Icon Indonesia, Peserta Harus Unik atau Tersingkir

Visualindonesia.com,-

Gema pencarian bakat The Icon Indonesia langsung memantik sorotan tajam, bukan sekadar ajang menyanyi pop, melainkan perburuan karakter baru yang otentik dan tak tergantikan, sebuah panggung yang menurut Ahmad Dhani, harus melahirkan ikon sejati, bukan sekadar bayangan dari suara yang sudah ada.

SCTV menghadirkan program The Icon Indonesia sebagai bagian dari perayaan HUT ke-36, yang akan tayang perdana pada 13 April 2026 dan disiarkan langsung setiap Senin dan Selasa pukul 21.00 WIB.

Ajang ini difokuskan pada pencarian bakat menyanyi pop dengan pendekatan berbeda, yakni menonjolkan karakter unik para peserta.

Ahmad Dhani, pentolan Dewa 19 yang didapuk sebagai juri menegaskan standar penilaiannya sejak awal. Ia memastikan akan menjadi juri yang jujur tanpa kompromi.

“Kalau nggak enak, ya saya bilang nggak enak,” ujarnya, mengakui sempat merasa grogi karena lama tidak duduk di kursi penjurian, namun siap beradaptasi dengan cepat.

Lebih dari sekadar kualitas vokal, Dhani menekankan bahwa The Icon Indonesia harus melahirkan sosok baru yang benar-benar berbeda. Ia menolak keras hadirnya penyanyi dengan karakter yang menyerupai figur yang sudah dikenal publik. Baginya, ajang ini bukan tempat melahirkan “versi lain” dari penyanyi yang sudah ada.

“Jangan ada Judika lain, jangan ada Armand Maulana lain, jangan ada Ariel lain. Kalau ada yang seperti Ariel, langsung saya coret,” tegasnya.

Pernyataan ini menegaskan visinya bahwa ikon tidak bisa diduplikasi, melainkan harus lahir dari keunikan yang otentik.

Dhani bahkan menilai suara bagus bukan faktor utama untuk menjadi ikon. Ia mencontohkan musisi dunia seperti Mick Jagger dan Billy Corgan yang dianggap tidak memiliki vokal konvensional, namun tetap ikonik karena karakter kuat yang melekat.

Ia juga menyoroti pentingnya menemukan karakter sejak usia muda, mengingat sebagian besar peserta berasal dari generasi Gen-Z. Menurutnya, karakter sulit dibentuk setelah usia 21 tahun, sehingga ajang ini menjadi momentum penting untuk menemukan identitas musikal sejak dini.

Selain itu, Dhani mengaku belum melihat seluruh 24 peserta secara detail, namun ia memastikan proses eliminasi akan berjalan tegas sejak awal. Peserta yang dinilai kurang akan langsung tersingkir di episode pertama, sesuai standar tinggi yang ia terapkan.

Dengan pendekatan yang menitikberatkan pada orisinalitas dan keberanian tampil beda, The Icon Indonesia berpotensi menjadi ajang pencarian bakat yang menawarkan warna baru di industri musik Tanah Air.

Program ini tidak hanya mencari penyanyi, tetapi figur yang mampu menjadi simbol generasi berikutnya.

(*/ell; foto: mm/di

Bagikan tulisan ini melalui...

Leave a Reply

News Feed