Visualindonesia.com,-
Bukan sekadar suara merdu yang dicari, melainkan sebuah aura yang mampu mengukir namanya dalam sejarah industri musik Indonesia. Itulah semangat yang melatari lahirnya ajang pencarian bakat terbaru SCTV, The Icon Indonesia, yang akan mulai tayang perdana pada Senin, 13 April 2026, pukul 21.00 WIB, dan disiarkan secara live setiap Senin dan Selasa.
Program ini hadir sebagai kado istimewa SCTV menjelang perayaan ulang tahunnya yang ke-36.
Penyanyi sekaligus penulis lagu, Andien, yang menjadi salah satu juri The Icon Indonesia, mengaku antusias menyambut kehadiran ajang ini. Ia bahkan sudah memantau respons publik sejak jauh hari.
“Aku happy banget dengan kehadiran The Icon Indonesia. Aku lihat di media sosial bagaimana respons masyarakat begitu antusias dengan kehadiran ajang yang menghadirkan bukan hanya idola, tapi ikon dari Indonesia,” ujarnya.
Andien menilai 24 peserta yang telah lolos seleksi merupakan talenta-talenta luar biasa yang datang dari berbagai penjuru Indonesia. Ia menyebut mereka bagai berlian yang berkilau dari kota-kota berbeda.
Proses seleksi sendiri, menurut Andien, tidak hanya mengukur kemampuan vokal, tetapi juga menyoroti cara peserta membawakan diri di atas panggung, dari penampilan hingga gaya secara keseluruhan.
“Persaingannya akan cukup ketat, dan kita pasti akan menemukan salah satu yang paling bersinar di antara mereka,” katanya.
Yang membuat ajang ini terasa berbeda, lanjut Andien, adalah bahwa kompetisi dimulai langsung dengan 24 peserta yang semuanya telah memiliki kualitas mumpuni. Usia muda para kontestan justru menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus tantangan.
Andien menekankan bahwa tantangan mental menjadi faktor krusial yang akan membedakan siapa yang benar-benar siap menapaki industri.
“Bukan hanya skill dan teknik yang diasah, tapi bagaimana mereka mau menghadapi segala pressure yang ada di industri musik,” tegasnya.
Di balik panggung, dinamika antarsesama juri pun menjanjikan percikan yang menarik. Andien mengungkapkan bahwa meski seluruh juri berlatar belakang musik, perjalanan dan selera mereka masing-masing sangat berbeda.
Perbedaan perspektif ini diyakini akan melahirkan perdebatan penilaian yang objektif namun penuh warna di setiap episodenya.
Bagi Andien, The Icon Indonesia bukan sekadar ajang menyanyi biasa. Ini adalah pencarian sosok yang mampu membangun karier panjang dan meninggalkan jejak abadi di industri musik Tanah Air.
“Untuk memiliki karier yang panjang, kamu harus punya ciri khas sendiri, sesuatu yang unik, yang membuat orang bilang: oh, ini ikonnya era ini, ini ikonnya musik ini, gitu,” tuturnya memungkasi.
(*/ell; foto: mm





