Visualindonesia.com,-
“Sunset di Kebun 2026” mengubah Kebun Raya Bogor menjadi panggung hijau tempat ribuan orang berkumpul, mendengarkan musik, dan merayakan alam dalam harmoni musik dan budaya.
Festival yang berlangsung pada 9–10 Mei 2026 itu memadukan konser, aktivitas edukatif, pasar kreatif, dan gerakan lingkungan sehingga memberikan pengalaman santai namun bermakna bagi pengunjung.
Selama dua hari, sekitar 13.758 pengunjung datang untuk menikmati penampilan musisi papan atas dan suasana piknik di hamparan rumput Kebun Raya Bogor.
Hari pertama menampilkan Harra, Idgitaf, Adrian Khalif, The Adams, Fiersa Besari, dan Bernadya yang menutup malam dengan sing along bersama penonton, sementara hari kedua diisi Nathalie Emeralda, Intan Ayu, Rumahsakit, Barasuara, .Feast, dan Hindia yang menutup acara di tengah hujan namun membuat suasana bernyanyi bersama terasa lebih intens.
Penyelenggara mengemas festival sebagai ruang rekreasi terbuka yang menonjolkan interaksi dengan alam dan budaya. Area Natura menawarkan workshop seperti mewarnai pot bunga, merangkai bunga, dan teknik kokedama, sedangkan area Kultura menghadirkan pertunjukan tari serta Reog Ponorogo yang menyedot perhatian pengunjung.
Festival juga menonjolkan kampanye lingkungan lewat program Lesstari dan inisiatif Plant Heroes untuk memperkenalkan konservasi tanaman. Tahun ini Hoya dipilih sebagai Plant Heroes, diberi penjelasan tentang keanekaragaman spesiesnya dan dibagikan bibit kepada beberapa musisi sebagai bagian dari upaya edukasi konservasi.
Meski diguyur hujan pada beberapa sesi, antusiasme penonton tidak surut; banyak yang tetap bertahan menonton sampai akhir. Penyelenggara melaporkan angka pengunjung 6.470 pada hari pertama dan 7.288 pada hari kedua, kondisi yang menunjukkan ketertarikan kuat publik terhadap konsep festival alam dan musik.
Dari sisi ekonomi, event memacu aktivitas UMKM dan tenant kuliner serta pasar merchandise, dengan estimasi perputaran uang mencapai sekitar Rp7,4 miliar selama dua hari. Kehadiran Sunset Market menjadi magnet bagi pengunjung yang ingin berburu produk lokal dan suvenir festival.
Penyelenggaraan Sunset di Kebun 2026 juga menjadi bagian dari rencana tur yang akan digelar di beberapa kota lain sepanjang tahun.
“Kami ingin membawa pengalaman musik dan alam ini ke lebih banyak daerah,” ujar penyelenggara melalui akun resmi event, seraya mengajak publik mengikuti informasi lanjutan di Instagram @eventbyindonesia.
Untuk pengalaman weekend yang menggabungkan musik, edukasi lingkungan, dan pasar kreatif, Sunset di Kebun 2026 membuktikan bahwa festival bisa menjadi medium rekreasi sekaligus penggerak ekonomi lokal.
(*/ell; foto: @sunsetdikebun






