Visualindonesia.com,-
Topeng glamor yang retak menyingkap realitas pahit industri hiburan, sebuah metafora brilian yang dihadirkan oleh bintang hip hop Thailand, Réjizz, melalui single terbarunya bertajuk ‘Uncomfortable Situations’.
Rilisan yang menjadi bagian dari EP “The Era” di bawah naungan Marshall Records ini tidak sekadar menawarkan dentuman beat, melainkan sebuah kritik tajam berbunyi Thai Funk terhadap kepalsuan di balik pesta pora kelas atas.
Lagu kedua dari proyek lima trek ini membawa pendengar menyelami ketegangan psikologis saat menavigasi kerasnya belantara musik global. Berlatar sebuah pesta industri yang berkilauan, Réjizz secara cerdas mengupas lapisan ilusi tersebut.
Perlahan, para tamu pesta berubah wujud menjadi alien dan monster, sebuah alegori visual yang merepresentasikan tekanan mental dan sifat performatif yang kerap ditelan mentah oleh para pekerja seni.
“Setiap malam di industri ini sering kali terasa seperti sebuah panggung di mana semua orang memakai topeng,” ungkap Réjizz.
Transisi dari ketidakpastian menuju kesadaran diri ini menjadi benang merah EP “The Era”. Setiap trek dalam proyek tersebut memiliki persona dan semesta soniknya sendiri, menempatkan ‘Uncomfortable Situations’ sebagai titik balik krusial menuju pemahaman jati diri sang artis.
Langkah berani ini sekaligus mengukuhkan posisi Réjizz sebagai pionir gelombang baru yang menjembatani kekayaan kultur lokal dengan panggung internasional. Sebagai artis Thailand pertama yang direkrut oleh label legendaris asal Inggris tersebut, ia terus mendobrak batasan hip hop konvensional.
Perjalanannya tidak hanya memperluas jangkauan geografis musik Asia Tenggara, tetapi juga membuktikan komitmen Marshall Records dalam merangkul talenta unik dari berbagai penjuru dunia.
(*/ell; foto: ist






