Visualindonesia.com,-
Lagu ‘Aku yang Engkau Cari’ dari Maudy Ayunda yang sebelumnya dirilis sebagai Original Soundtrack film “Para Perasuk” kini hadir dalam format video lirik, sebuah kolaborasi Rekata Studio dan Trinity Optima Production.
Tak hanya itu, single terbaru Maudy, ‘Di Tepi Lamunan’, juga turut memeriahkan film yang dibintangi Angga Yunanda ini. Kedua lagu tersebut menampilkan vokal Maudy yang berbeda, membawakan lirik yang mendalam merepresentasikan perjalanan karakter utama film, Bayu.
Proses kreatif di balik lagu ‘Aku yang Engkau Cari’ begitu personal bagi Maudy Ayunda, yang juga turut membintangi film ini. Ditulis bersama Lafa Pratomo saat berada di lokasi syuting, lagu tersebut lahir dari pengalaman emosional yang terasa seperti bisikan, tenang namun menyimpan kegelisahan.
Maudy Ayunda menggambarkan proses penggarapan lagu dan visual video musik ‘Di Tepi Lamunan’ yang disutradarai Wregas Bhanuteja sebagai pengalaman yang sangat intuitif dan membebaskan.
“Prosesnya sangat intuitif. Tidak pakai logika naratif biasa, namun menggunakan rasa. Ini proyek pertama baik secara film dan penggarapan lagu yang prosesnya sangat membebaskan aku,” ujar Maudy.
Sutradara “Para Perasuk”, Wregas Bhanuteja, ingin menyampaikan pesan tentang penerimaan dan kedamaian melalui film ini, sebuah kontras dari cerita balas dendam yang sering ditemui.
“Saya merasa dunia kita saat ini sudah terlalu penuh dengan cerita balas dendam dan amarah. Saya ingin menawarkan sesuatu yang berbeda, yakni berdamai, saling berpelukan, menerima masa lalu, dan move on. Itulah esensi penerimaan yang ingin saya sampaikan,” jelas Wregas.
Karakter Bayu, yang diperankan Angga Yunanda, adalah seorang ‘perasuk’ yang membantu para ‘pelamun’ dalam pesta kerasukan untuk mencari kesenangan.
Angga Yunanda sendiri menghadapi tantangan fisik yang cukup berat dalam memerankan Bayu, termasuk adegan bertapa dengan posisi terbalik yang membuatnya merasakan beban di kepala.
Sementara itu, Maudy Ayunda berperan sebagai Laksmi, karakter yang datang dari Jakarta untuk mengikuti Pesta Sambetan di Desa Latas sebagai cara penyembuhan dari trauma masa lalu.
“Di film ‘Para Perasuk’, aku berusaha menghadapi tantangan baru yang cukup berat. Salah satunya adalah proses teknis bertapa dengan digantung secara terbalik, dan itu bikin kepalaku berat,” ungkap Angga.
Maudy menambahkan, “Laksmi adalah karakter yang ingin lepas dari trauma masa lalunya. Tentunya banyak dari kita yang memiliki trauma masa lalu dan berusaha untuk melepasnya agar bisa melangkah ke depan.”
Peran Anggun sebagai Guru Asri menandai perjalanan baru baginya di dunia perfilman setelah dua dekade berkarier di dunia musik. Meskipun dikenal tegas dan berkarisma, Anggun mengaku sempat menitikkan air mata saat syuting adegan wawancara dengan Bayu.
Ia juga merasakan perbedaan signifikan antara berakting di film yang membutuhkan pengulangan adegan berkali-kali dengan menyanyi di atas panggung.
“Kalau biasanya orang healing ke Bali atau Jepang, ini healing-nya ke Desa Latas untuk menghilangkan trauma dengan cara kerasukan. Laksmi dimintai tolong oleh Bayu untuk menemani latihan, supaya Bayu bisa menjadi pimpinan dari Perasuk,” tambah Maudy.
Film “Para Perasuk” yang telah tayang perdana di Sundance Film Festival 2026 dan mendapat sambutan meriah, akan segera menyapa bioskop Indonesia mulai 23 April 2026.
Sebelumnya, film ini juga terpilih untuk berkompetisi di Miami Film Festival 43, Fantaspoa Brasil, MSPIFF Amerika Serikat, dan MOOOV Belgia, menunjukkan pengakuan internasional atas kualitasnya.
(*/cia; foto: ist













