Visualindonesia.com,-
Penyanyi muda asal Bali, Meiska siap menghidupkan kembali nostalgia lewat remake lagu legendaris ‘Ingin Kumiliki’ karya maestro Tohpati yang pernah dipopulerkan Ruth Sahanaya, menjanjikan sentuhan segar yang memadukan jiwa klasik dan nuansa kontemporer pada 26 Maret 2026.
Putu Meiska Adinda Putri, kelahiran Denpasar 20 Mei 2003, yang dikenal sebagai mantan finalis The Voice Kids Indonesia Season 3, telah menapaki karier rekaman sejak 2022 dengan single hits seperti ‘Hilang Tanpa Bilang’ dan ‘Badut’, serta dua album “Hanya Figuran” (2024) dan “Live Acoustic Session EP” (2024).
Kini, ia melangkah lebih jauh dengan merilis ulang masterpiece Tohpati tersebut di semua platform digital, menandai eksplorasi artistik baru yang berbeda dari warna pop soul khasnya sebelumnya.
“Ini adalah tantangan membawakan karya maestro Tohpati,” ujar Meiska. Ia menambahkan, “tantangannya adalah bagaimana caranya agar karya ini bukan sekadar mengulang, tetapi bisa memiliki identitas baru tanpa kehilangan esensi lagu aslinya.”
Untuk menghindari sekadar menjadi “gema” masa lalu, Meiska bersama tim produksi menerapkan pendekatan kreatif: aransemen instrumental baru yang menonjolkan warna vokal kontemporernya, perubahan struktur untuk dinamika berbeda, serta sentuhan produksi modern yang tetap menghormati melodi orisinal.
Hasilnya, pendengar diajak merasakan kehangatan klasik sekaligus kesegaran mendengar yang terasa personal.
Sebagai bukti proses tersebut, Meiska sempat tampil live berkolaborasi dengan Tohpati sendiri sebelum rilis resmi, menguji interpretasi di hadapan penikmat musik.
“Saya ingin lagu ini hidup kembali dengan versi yang terasa milik saya. Bekerja dengan aransemen baru dan Tohpati sebagai sumber inspirasinya membuat saya belajar banyak tentang menempatkan karakter vokal tanpa mengaburkan rasa lagu aslinya,” tuturnya.
Single remake ‘Ingin Kumiliki’ ini diposisikan sebagai tonggak penting dalam perkembangan musikal Meiska. Dari penyanyi pop soul yang dikenal lewat ajang pencarian bakat anak, ia kini menunjukkan keberanian bereksperimen, memperluas jangkauan interpretasi, dan terus menuju kedewasaan sebagai musisi yang autentik.
(*/ell; foto: ist





