Visualindonesia.com,-
Jauh sebelum tangis pertama sang putri membelah udara, cinta itu sudah lebih dulu ada, mengalir diam-diam dalam nada, dan mengendap menjadi musik. Adikara resmi merilis Extended Play (EP) terbaru bertajuk “Spotless Dove”, sebuah karya personal yang lahir dari pergulatan batin seorang pria yang tengah bersiap menyambut peran paling besar dalam hidupnya: menjadi seorang ayah.
Kabar kehadiran anak pertamanya, seorang putri, menjadi titik balik yang mengubah cara Adikara memandang dunia. Ia mulai merenungkan makna tanggung jawab dan kasih sayang secara lebih dalam, termasuk kesadaran bahwa seorang anak datang ke dunia dalam keadaan sepenuhnya murni, tanpa pernah memilih untuk dilahirkan.
Dari sanalah tumbuh tekad dalam dirinya untuk memastikan sang buah hati bertumbuh dalam cinta yang utuh, bahkan sejak sebelum ia menghirup udara pertamanya.
Di tengah proses refleksi itu, sebuah kalimat membekas kuat di benaknya.
“The most masculine I have ever felt is when I held my own daughter,” ungkap Adikara, mengutip kata-kata yang ia dengar dan kemudian membawanya pada pemaknaan ulang tentang maskulinitas, bukan semata soal kekuatan, melainkan juga tentang kelembutan, perlindungan, dan kesediaan untuk menjadi tempat pulang bagi keluarga.
Seluruh pergulatan emosional itu akhirnya menemukan bentuknya dalam musik. “Spotless Dove” hadir sebagai dokumentasi jujur perjalanan batin seorang pria yang sedang belajar memahami peran barunya, sekaligus menjadi hadiah pertama yang ia siapkan untuk putrinya.
Sebuah pengingat bahwa cinta itu sudah ada jauh sebelum pertemuan pertama mereka terjadi, dan lagu-lagu dalam EP ini akan selalu menjadi ruang untuk kembali, untuk diingat bahwa ia selalu dicintai. EP “Spotless Dove” telah tersedia di seluruh platform musik digital.
(*/ell; foto: ist











