Visualindonesia.com,-
Gema perjuangan kelas pekerja bergema dalam lantunan balada ‘Di Pinggir Marjin’, karya terbaru The Brandals yang dirilis 30 September 2025, menandai babak baru perjalanan musik mereka.
Single ini, yang diambil dari album mendatang yang dijadwalkan rilis pertengahan 2026, menyajikan narasi mendalam tentang kecemasan, kekecewaan, dan harapan mereka yang hidup di tepian kota, terhimpit tekanan ekonomi dan ketidakpastian politik.
Meskipun The Brandals dikenal dengan sound rock yang kuat, balada ini justru semakin menegaskan sikap vokal mereka sebagai band protes sosial, menyuarakan denyut nadi komunitas urban yang sering terabaikan.
Kolaborasi apik mewarnai single ‘Di Pinggir Marjin’, menampilkan Jonathan Mono, vokalis We Are Neurotic, yang turut menggawangi produksi bersama Jonathan Pardede. Karel William, drummer We Are Neurotic, mengisi bagian drum dalam lagu yang direkam pada Oktober 2024, sebelum Ghani Noorputrawan resmi bergabung sebagai drummer The Brandals di akhir tahun yang sama.
Sentuhan unik juga datang dari Lawrence Aswin, musisi dari grup jazz elektronik SOVA, yang memainkan Toy Piano, menambah kekayaan tekstur musikal dalam balada yang sarat makna ini.
Langkah The Brandals merilis single bernuansa balada adalah sebuah keberanian yang patut diapresiasi, mengingat rekam jejak mereka yang hampir 25 tahun di kancah musik independen Indonesia.
Band ini tak pernah gentar menentang arus industri, mempertahankan idealisme tanpa kompromi demi kenyamanan pasar.
Mereka senantiasa menantang diri sendiri dan para pendengarnya melalui eksperimen musikal yang mendorong batas, dan ‘Di Pinggir Marjin’ adalah bukti nyata penolakan mereka terhadap ekspektasi konvensional, sebuah materi pilihan dari album baru yang dinanti.
(*/ell; foto: ist











