Visualindonesia.com,-
Dari tanah ginseng muncul teror yang meluluhlantakkan batas keberanian penonton, saat “Gonjiam: Haunted Asylum” menancapkan namanya sebagai mahakarya horor Korea Selatan yang mengguncang dunia perfilman pada tahun 2018 silam.
Film ini bukan sekadar hiburan menegangkan, melainkan karya seni yang memadukan lokasi nyata berhantu dan teknik penyutradaraan cerdas, hingga menjadi rujukan utama pecinta horor, termasuk di Indonesia.
Kesuksesan film ini berakar dari latar yang bukan rekayasa: Rumah Sakit Jiwa Gonjiam di Gwangju, yang pernah dinobatkan CNN World sebagai satu dari 7 tempat terangker di muka bumi. Bangunan ini ditinggalkan sejak 1996, menyisakan suasana lembab, gelap, dan sunyi yang menjadi pondasi ketakutan sebelum cerita dimulai.
Pengarah gambar dan sutradara memanfaatkan suasana itu lewat teknik found footage, di mana aktor merekam adegan sendiri menggunakan kamera terpasang di badan, sehingga penonton merasakan perspektif orang pertama seolah ikut menyusuri koridor berbahaya bersama kelompok Horror Times.
Keunikan lain yang membuat Gonjiam begitu diingat adalah keputusan berani menghapus musik latar sepenuhnya.
“Kami ingin ketakutan muncul dari suara asli—napas berat, langkah kaki, atau desisan samar di kegelapan. Itu jauh lebih mengerikan daripada efek suara buatan,” ujar pihak produksi kala itu.
Pendekatan ini terbukti ampuh membangun ketegangan perlahan, jauh lebih mendalam dibandingkan gaya kejutan mendadak yang umum dipakai film horor lain.
Kekuatan narasi dan visual tersebut tercatat nyata di angka penonton. Berdasarkan data Dewan Film Korea (KOFIC), pada hari pertama penayangan, “Gonjiam” disaksikan 198.669 orang di negara asalnya. Angka ini mengungguli film horor kelas dunia seperti “Annabelle” (154.719 penonton), “Get Out” (92.124 penonton), dan “The Conjuring” (81.130 penonton). Prestasi itu membuktikan bahwa daya tarik cerita mistis dari tempat nyata memiliki magnet yang lebih kuat dibandingkan fiksi semata.
Kini, teror legendaris itu akan hadir di versi lokal lewat film “402 Rumah Sakit Angker Korea”, hasil pembuatan ulang resmi untuk penonton Indonesia. Proyek ini digarap sutradara Anggy Umbara, yang berjanji mempertahankan inti ketegangan cerita asli namun disesuaikan dengan nuansa budaya dan selera horor masyarakat Tanah Air.
Cerita tetap berpusat pada misteri kamar bernomor 402 di rumah sakit terbengkalai yang konon tak pernah bisa dibuka oleh siapa pun.
Para penikmat film akan disuguhi penampilan Arbani Yasiz, Saputra Kori, Elang El Gibran, Diandra Agatha, Lea Ciarachel, Aylena Fusil, serta kehadiran influencer Jang Han-Sol. Film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026.
Banyak pihak penasaran, adegan mana yang akan menjadi momen paling mendebarkan—apakah bisikan cepat, kejadian aneh saat syuting, atau penampakan di bak mandi—serta apakah akan ada elemen mistis khas Indonesia yang disisipkan untuk menambah kengerian.
Antusiasme penonton terus meningkat seiring mendekati tanggal penayangan. Bagi Anda yang gemar uji nyali, bersiaplah menyaksikan bagaimana teror “Gonjiam” bertransformasi menjadi kengerian lokal yang tak kalah membekas di ingatan.
(*/cia; foto: ist







