‘Ode To My Friends’: Pameran Seni Rupa Mahasiswa ISI Yogyakarta Rayakan Makna Pertemanan

Visualindonesia.com,-

Persahabatan adalah benang tak kasat mata yang menjalin warna-warni perjalanan hidup manusia, dan kini ikatan indah itu diabadikan dalam bentuk visual yang memukau melalui pameran seni rupa bertajuk “Ode To My Friends”.

Acara yang digagas oleh Kelompok 5 281 Kolektif dari Program Studi S1 Tata Kelola Seni, Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Yogyakarta ini resmi dibuka pada Selasa, 6 Mei 2026, dan akan berlangsung hingga 12 Mei 2026 di Babaran Segara Gunung Gallery, Banguntapan, Yogyakarta.

Sebagai bagian dari proses akademik mata kuliah Tinjauan Kelola Pameran 1, pameran ini menghadirkan total sepuluh karya dari delapan seniman muda yang siap mengajak publik menyelami makna kedekatan emosional.

Pembukaan acara berlangsung hangat dan khidmat, dihadiri oleh jajaran dosen, Ketua Jurusan Tata Kelola Seni, Dr. Trisna Pradita Putra, serta seniman tekstil kontemporer, Agus Ismoyo selaku pemilik venue.

Rangkaian dimulai dengan sambutan dari Ketua 281 Kolektif, Gwenia Albertina Gisele dan kurator, Raihan Wahyu Ramadhani, sebelum secara resmi dibuka untuk umum. Pihak penyelenggara menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar pajangan, melainkan sebuah altar penghormatan bagi orang-orang terdekat.

“Melalui ‘Ode To My Friends’, kami ingin menghadirkan ruang apresiasi sekaligus refleksi tentang hubungan, kenangan, dan kehadiran orang-orang di sekitar kita yang turut membentuk perjalanan hidup,” ujar perwakilan panitia.

Antusiasme publik terlihat sangat tinggi sejak hari pertama pembukaan. Suasana galeri kian hidup saat malam tiba, dipadati lebih dari 150 pengunjung yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, sesama seniman, hingga tamu mancanegara.

Ragam karya yang ditampilkan mencakup lukisan, fotografi, hingga patung yang sarat akan pengalaman personal. Salah satu instalasi yang paling mencuri perhatian adalah karya fotografi yang dicetak di atas media kain dan dipasang menjuntai, menciptakan dimensi ruang yang dinamis dan imersif bagi setiap pengamat.

Tidak hanya menikmati visual, pengunjung juga diajak terlibat aktif dalam interaksi partisipatif melalui kartu harapan yang dapat ditempel di area khusus galeri. Suasana kian meriah dengan iringan musik live dari Keroncong Gadis Gendhis dan penampilan akustik Logic Visual ID yang menambah nuansa intim.

Secara keseluruhan, pameran ini mendapat respons positif dan berhasil menjadi medium yang relevan. Di era digital yang serba terhubung namun sering kali menjauhkan hati, “Ode To My Friends” hadir sebagai pengingat lembut akan betapa berharganya sebuah kehadiran dan ikatan kemanusiaan yang tulus.

(*/lia; foto: ist

Bagikan tulisan ini melalui...

Leave a Reply