Visualindonesia.com,-
Di bawah langit asmara yang sering berubah rupa, Verenathania kembali menyapa pencinta musik dengan sepotong kisah rasa lewat single terbarunya berjudul ‘What Are We Now?’.
Karya teranyar ini resmi beredar di berbagai platform musik digital dan menjadi bukti nyata kedewasaan musikal sang solois muda, sekaligus materi keduanya yang diluncurkan tahun ini menyusul kolaborasi hangat beraliran city pop ‘Closer’ bersama Dirga Tertadana.
Mengusung tema yang sangat dekat dengan napas generasi muda, lagu ini langsung menarik perhatian sebagai representasi nyata dari keresahan hubungan tanpa makna.
Berbeda dengan nuansa hangat dan penuh mimpi pada karyanya sebelumnya, lagu ini melangkah ke dalam suasana melankolis yang mendalam.
Setiap nada dan liriknya dirangkai untuk membelai perasaan mereka yang pernah terjebak dalam ketidakpastian, khususnya fenomena ghosting yang kerap meninggalkan luka tanpa kata perpisahan.
Sejak nada pertama terdengar, suasana kabur dan emosional langsung menyelimuti, mengajak pendengar menyelami perasaan bimbang yang begitu nyata dan menyentuh hati.
Seluruh kisah dalam karya ini lahir dari catatan perjalanan hati Verenathania sendiri, saat ia sedang menjalin kedekatan dengan seseorang yang tiba-tiba lenyap ditelan keheningan tanpa pesan pamit.
Rasa bingung, kecewa, dan hilang arah yang menguasai dirinya kala itu dituangkan secara lugas ke dalam setiap baris lirik, agar getar perasaannya bisa menyentuh jiwa siapa saja yang mendengarnya.
“Ide lagu ini tuh muncul pas aku lagi deket sama seseorang, tapi tiba-tiba dia ghosting aku tanpa ngasih tanda-tanda apapun. Jadi hilang gitu aja,” ungkap Verenathania.
Ia mengaku sempat dilanda kebingungan mendalam lantaran hubungan mereka sebelumnya terjalin begitu akrab dan intens, hingga perlakuan mendadak itu meninggalkan sesak yang sulit diurai. Luapan emosi yang tak tersalurkan itulah yang kemudian ia rangkai menjadi nada dan kata-kata sebagai bentuk penyaluran rasa.
“Sebenarnya sih aku cukup clueless, soalnya sebelumnya kami cukup intens berkomunikasi. Tapi tiba-tiba dia ngilang dan itu bikin aku nyesek. Nah lagu ini lahir berkat luapan emosi yang aku tuangkan dalam bentuk notasi dan lirik,” tambahnya lagi.
Salah satu baris yang paling tajam dan membekas ada pada potongan lirik “Hurt me with the truth, Hate me if its true, Why do I still right here?”. Kalimat itu menjadi cermin jernih dari rasa kehilangan yang datang tanpa penjelasan apa pun, seolah menegaskan betapa pedihnya ditinggalkan dalam diam.
Ungkapan sederhana namun menyayat hati ini membuat banyak pendengar muda merasa kisah pribadi mereka ikut terwakili dalam setiap alunan yang disajikan.
Lewat karya ini, Verenathania menitipkan harapan agar ‘What Are We Now?’ bisa menjadi lagu penguat atau semacam nyanyian kebangkitan bagi siapa saja yang pernah terluka dan sulit menemukan kejelasan akhir dari sebuah hubungan.
Ia juga menyampaikan pesan tulus untuk menenangkan hati mereka yang sedang berduka rasa akibat perlakuan tak menyenangkan itu.
“I feel you guys! Nggak papa kok kalau kita emosional dan menikmati kesedihan ini, karena sometimes no closure is also a closure. Dan apapun yang terjadi, yakin aja kalau better days will come soon,” tutupnya dengan penuh keyakinan.
(*/ell; foto: @verenathania












