Visualindonesia.com,-
Dalam kegelapan bioskop Indonesia, lahir seorang anti-hero yang menyayat hati sekaligus mengerikan. Film “Badut Gendong” menghadirkan perpaduan mematikan antara aksi laga superhero dan horor lokal yang mencekam, menandai babak baru semesta Qodrat dari MAGMA Entertainment.
Film ini mengisahkan Darso dan Darsi, sepasang penari badut gendong yang hidup dalam bayang-bayang ketidakadilan. Hanya saling memiliki dan harapan pada anak yang dikandung Darsi menjadi pegangan mereka.
Namun, kekerasan sekelompok preman merenggut nyawa Darsi beserta jabang bayinya, menghancurkan segala mimpi Darso dalam sekejap.
Dari puing-puing kesedihan itu, muncul kekuatan gelap yang membangkitkan arwah Darsi, bukan sebagai istri yang dikasihi, melainkan sebagai badut gendong, sosok teror baru yang haus dendam.
Penonton yang telah menyaksikannya banyak merasakan gejolak emosi yang kuat. Di satu sisi mereka empati pada penderitaan Darso, di sisi lain takut pada aksi balas dendam yang mengerikan.
Banyak penonton menyamakan “Badut Gendong” dengan “Joker” dan “John Wick” karena latar belakangnya sebagai korban sistem yang akhirnya memberontak.
Sebuah review di Letterboxd menyebut, “’Badut Gendong’ adalah pengalaman menonton yang suram, disturbing, dan intens, yang secara tidak terduga membuat saya terpukul secara emosional. Film ini membuat penonton merasakan rasa sakit dan kehancuran orang baik yang berubah menjadi monster karena lingkungannya.”
Aktor Bhisma Mulia yang memerankan Darso bahkan menyatakan dukungannya pada karakter tersebut.
“Maaf banget Pak CG, kalau mereka berhadapan nanti, saya ada di tim Darso!” ujarnya.
Di sisi lain, Vino G. Bastian sebagai Ustadz Qodrat melihat badut gendong sebagai lawan paling emosional yang pernah dihadapi tokohnya.
“Jika cobaan membawa Ustadz Qodrat kembali ke jalan Allah, cobaan yang sama justru membawa Darso ke jalan keputusasaan, dendam, dan malapetaka,” katanya.
“Badut Gendong” saat ini sedang tayang di seluruh bioskop Indonesia. Film ini menawarkan pengalaman yang dalam tentang bagaimana orang biasa bisa berubah menjadi monster ketika segala harapan direnggut.
(*/cia; foto: ist







