Visualindonesia.com,-
Sebuah benda asing jatuh dari langit dan mendarat di bumi Madura, membawa serta tamu tak terduga yang mengubah segalanya. Itulah premis film komedi sci-fi “Foufo”, gebrakan terbaru Skak Studios dan Sinemart yang kini resmi memperlihatkan official teaser trailer perdananya.
Film besutan sutradara Bayu Skak ini mengisahkan pertemuan tak terduga antara Tretan Muslim dan seekor alien, sebuah konsep yang disebut-sebut sebagai yang pertama kali dihadirkan dalam perfilman Indonesia.
Teaser trailer “Foufo” membuka kisah dari sisi yang membumi: Tretan Muslim memerankan seorang pria yang berjuang keras mengumpulkan uang demi melunasi biaya haji ibunya. Terdesak kebutuhan, ia bersama temannya Kacung dan ipar bernama Ipul memutuskan mencuri rel kereta pada suatu malam.
Rencana itu buyar seketika ketika sebuah benda besar bercahaya menghantam tanah di hadapan mereka. Alih-alih pulang dengan rel curian, ketiganya justru menenteng pulang “oleh-oleh” yang jauh lebih mengejutkan: sebuah benda asing berisi penumpang.
Sosok penumpang itulah yang menjadi jantung film ini. “Foufo”, sang alien berkepala bulat besar berantena dengan wajah bersinar polos, hadir sebagai karakter utama yang diam-diam mencuri perhatian bahkan sejak official teaser poster dirilis.
Dalam poster tersebut, “Foufo” berdiri berdampingan dengan Tretan Muslim, dua sosok yang tampak paling tidak mungkin bersahabat, namun justru menjadi inti cerita.
“Cerita awalnya sangat sederhana, bagaimana jika alien jatuh di Madura, dan dia bertemu dengan keluarga Madura? Itu menjadi sesuatu yang unik,” ujar Bayu Skak, yang dalam film ini merangkap peran sebagai sutradara sekaligus produser.
Ia menambahkan bahwa “Foufo” dirancang untuk membawa warna baru ke industri perfilman Indonesia dengan menempatkan komedi sci-fi sebagai genre yang belum pernah dieksplorasi secara serius sebelumnya.
Film ini menggabungkan elemen animasi dan live action, dengan hampir 80 persen pemerannya merupakan hasil casting langsung di Madura. Keputusan itu disengaja dan filosofis.
“Bayu Skak tidak mau menjadikan orang Jakarta sebagai orang Madura, tapi memang orang Madura yang menjadi orang Madura di filmnya,” kata Tretan Muslim.
Ia sendiri menjadikan “Foufo” sebagai film pertamanya sebagai pemeran utama, didampingi nama-nama seperti Habib Jafar, Benedictus Siregar, Mieke Shahir, dan Siti Kamariyah.
Kolaborasi antara Skak Studios dan Sinemart telah terjalin sejak proyek ini diperkenalkan di JAFF Market 2024. Produser eksekutif David Suwarto menyebut keunikan ide Bayu Skak sebagai alasan utama Sinemart memutuskan untuk ikut terlibat.
“Film ini akan menjadi penawaran baru yang segar di perfilman Indonesia, dengan mengangkat cerita keluarga Madura, serta balutan komedi sci-fi yang menjadikannya unik,” ujarnya.
Film “Foufo” dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026. Informasi terbaru dapat diikuti melalui akun Instagram resmi @filmfoufo, @skakstudios, dan @sinemart_ph.
(*/cia; foto: ist






