Malam Dangdut Penuh Kejutan: Dewi Perssik Jadi Special Judge, Alvian Tersingkir dari The Icon Indonesia

Visualindonesia.com,-

Panggung Top 9 Final The Icon Indonesia malam Minggu (08/06) menjelma menjadi perayaan identitas musik Nusantara, sembilan suara dari penjuru Indonesia bersaing keras di bawah tema “Local Pride” yang memaksa mereka menaklukkan dangdut, genre paling jujur dalam mengukur kelenturan seorang penyanyi sejati.

Kehadiran Dewi Perssik sebagai special judge turut memperkuat deretan juri bersama Ahmad Dhani, Titi DJ, Andien, dan Afgan, menjadikan malam itu salah satu episode paling bertenaga dalam sejarah kompetisi ini.

Silvia dari Bandung membuka malam dengan ‘Pacar Lima Langkah’ yang ia warnai dengan ornamen Sunda, memantik standing ovation dari Andien.

“Kamu memberikan banyak kejutan, mulai dari cengkok dangdutnya dan kamu gabungkan dengan ornamen-ornamen Sunda tadi. Menurut saya, kamu berhasil malam hari ini,” puji Andien.

Energi panggung langsung meninggi ketika Vedra asal Batam membawakan ‘Egois’ milik Lesti Kejora dengan transisi pop-dangdut yang memukau, meraih empat standing ovation sekaligus. Afgan tak menyembunyikan kekagumannya.

“Kamu cemerlang sih Vedra,” ucapnya.

Queen dari Ambon menyusul dengan ‘Jangan Tunggu Lama-Lama’ dan berhasil mencuri perhatian Ahmad Dhani yang mengaku baru pertama kali mendengar penyanyi Ambon membawakan dangdut.

“Unik sekali penampilan kamu. Aku mau nanti produserin Queen,” ujarnya.

Tak kalah membekas, Sheera dari Bali tampil langsung di hadapan penyanyi asli lagu ‘Hikayat Cinta’ — Dewi Perssik sendiri — dan meraih empat standing ovation.

“Kamu nyanyi sambil nge-dance dan pernafasan kamu baik sekali. Aku dukung kamu!” kata Dewi Perssik.

Felicia dari Tangerang kemudian membawa suasana ke puncaknya lewat ‘Seperti Mati Lampu’ versi dangdut modern yang membuat seluruh lima juri serentak bergoyang dan berdiri.

“Kamu salah satu kontestan yang nggak pernah gagal. Setiap minggunya selalu berhasil menampilkan yang terbaik,” kata Afgan.

Berbeda nasib, Gerald dari Ambon yang membawakan ‘Jatuh Bangun’ mendapat sorotan kritis dari Ahmad Dhani, meski Titi DJ membela bahwa Gerald berhasil menghadirkan versinya sendiri.

Glenn dari Deli Serdang dengan ‘Pangeran Dangdut’ dan Diva dari Semarang dengan ‘Pacar Dunia Akhirat’ sama-sama berhasil menghipnotis studio, sebelum Alvian dari Sumba menutup malam dengan ‘Bujangan’, penampilan yang diapresiasi Dewi Perssik dan Andien, namun dinilai Afgan masih kurang terasa jiwa dangdutnya meski aransemen musiknya sudah sangat dangdut.

Ketika host Ananda Omesh dan Desta mengumumkan hasil, Gerald dan Alvian jatuh ke Zona Merah. Kelima juri bulat sepakat menyelamatkan Gerald, sebuah keputusan yang sekaligus mengakhiri perjalanan Alvian dari Sumba di panggung The Icon Indonesia.

Persaingan kini semakin ketat memasuki Top 8 Final yang akan tayang live Senin, 15 Juni 2026, pukul 21.15 WIB di SCTV. Penonton dapat memperkuat peluang finalis favorit melalui Virtual Gift di aplikasi Vidio, yang pekan depan akan langsung memengaruhi penilaian eliminasi.

(*/ell; foto: ist

Bagikan tulisan ini melalui...

Leave a Reply