Visualindonesia.com,-
Lembut seperti ceri yang perlahan meresap dalam segelas champagne, perjalanan musikal Varitda memasuki babak yang lebih dalam melalui single terbaru ‘Slow Burner’.
Lagu ini menjadi bagian penting dari album mendatang “Champagne Cherry”, sekaligus menegaskan identitas sang penyanyi Thailand dalam ranah contemporary pop R&B dan jazz modern yang semakin mendapat perhatian pencinta musik global.
Setelah memperkenalkan atmosfer bebas dan penuh gemerlap lewat “Champagne Flying”, Varitda kembali menghadirkan warna berbeda melalui ‘Slow Burner’. Single kedua dari album “Champagne Cherry” tersebut dirilis di bawah Melodic Corner, label milik Music Move Co., Ltd., sebagai kelanjutan narasi emosional yang menjadi benang merah proyek ambisius ini.
“Champagne Cherry” disebut sebagai langkah artistik paling berani dalam perjalanan karier Varitda. Album ini menggabungkan nuansa intim, musikalitas yang matang, serta produksi internasional yang dikerjakan secara detail mulai dari proses penulisan lagu, rekaman, mixing hingga mastering.
Sebelumnya, “Champagne Cherry” hadir sebagai lagu bertema kebangkitan setelah patah hati. Perpaduan pop R&B, hip-hop, retro soul, dan jazz kontemporer menciptakan karakter album yang penuh percaya diri sekaligus menjadi pintu masuk menuju dunia musikal yang ingin dibangun Varitda.
Kini, ‘Slow Burner’ mengajak pendengar menyelami sisi yang lebih emosional. Lagu ini berbicara tentang kesabaran dalam membangun hubungan, menikmati setiap proses, dan membiarkan perasaan berkembang secara alami. Balutan groove santai, instrumen yang subtil, serta atmosfer hangat ala larut malam memperkuat pesan yang ingin disampaikan.
Secara konseptual, “Champagne Cherry” mengusung tema “Confession”, yakni perjalanan seseorang dalam membuka isi hati secara perlahan. Metafora ceri dalam segelas champagne menjadi simbol bagaimana emosi berkembang seiring waktu hingga akhirnya menampilkan sisi diri yang lebih jujur dan autentik.
Narasi tersebut tidak hanya dituangkan melalui musik. ‘Champagne Flying’ dan ‘Slow Burner’ juga hadir dalam bentuk video musik bergaya fashion film yang mengandalkan simbolisme visual, mood sinematik, dan storytelling yang kuat untuk memperluas pengalaman pendengar.
Kualitas proyek ini semakin menonjol berkat keterlibatan sejumlah nama besar industri musik internasional. Produser asal Inggris, Nick Tsang, yang pernah bekerja bersama Backstreet Boys, Ed Sheeran, Charli XCX, dan Jess Glynne, turut membentuk karakter musikal album.
Proses mixing ditangani Charlie Holmes, sementara mastering dipercayakan kepada Simon Francis, dua engineer yang dikenal melalui karya mereka di album “The Art of Loving” milik Olivia Dean.
Menambah prestise proyek tersebut, seluruh materi “Champagne Cherry” direkam di Abbey Road Studios, London, studio legendaris yang melahirkan berbagai karya ikonik dalam sejarah musik modern.
Saat ini, ‘Champagne Flying’ dan ‘Slow Burner’ telah tersedia di YouTube serta berbagai platform streaming digital. Varitda juga menjanjikan berbagai warna dan cerita baru yang akan terungkap menjelang perilisan penuh album “Champagne Cherry”.
(*/ell; foto: ist












