Rindu yang Tak Pernah Padam: Puisi Clift Sangra untuk Sang Ratu Horor Indonesia, Suzzanna

by -

Visualindonesia.com,-

Layar perak kembali memantulkan bayang-bayang kelam yang pernah menghantui mimpi jutaan penonton, namun kali ini membawa serta rindu yang tak pernah pudar dari hati Clift Sangra.

Dalam geliat industri perfilman tanah air yang kian matang, Clift memilih jalan nostalgia yang menyayat hati melalui film waralaba adaptasi IP legendaris “SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa”.

Bukan sekadar berperan sebagai Bisman yang menjadi ‘lawan’ sang Ratu Horor, aktor senior ini menyelipkan pesan pribadi lewat puisi yang ditulisnya khusus untuk mendiang istri, Suzzanna.

“Andai kau ada di sampingku saat ini, aku mungkin tak akan banyak bicara. Karena sejak kau pergi, aku sangat merindukanmu,” tulis Clift, menegaskan bahwa di balik sorot kamera, ia hanyalah suami yang kehilangan belahan jiwa.

Sejarah mencatat keduanya kerap berbagi layar dalam judul monumental seperti “Sangkuriang” hingga “Nyi Blorong”, namun kiprah terbaru ini menawarkan dinamika berbeda di bawah produksi Soraya Intercine Films.

Diproduseri langsung oleh Sunil Soraya dan didukung Legacy Pictures, proyek kolosal ini menghadirkan Luna Maya dan Reza Rahadian untuk menghidupkan kembali mitos yang telah mengakar puluhan tahun.

Clift mengakui perubahan peran tersebut, “Mereka takut pada tatapanmu di layar. Aku justru takut pada satu hal: takut lupa suara tawamu yang paling sederhana,” ungkapnya saat mengenang masa lalu yang kini berubah menjadi warisan sinematik.

Lebih dari sekadar tontonan liburan, film ini menjadi monumen cinta untuk mengabadikan karya Suzzanna agar tetap relevan di lintas generasi. Clift mengajak penonton Indonesia merayakan Lebaran di bioskop mulai 18 Maret 2026 sebagai bentuk penghormatan tertinggi.

“Waktu boleh memisahkan ragamu dariku, tapi cintaku tak pernah belajar cara berpamitan,” tutupnya puitis, mengukuhkan bahwa “SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa” bukan hanya tentang horor, melainkan tentang cinta yang melampaui batas kematian.

(*/cia; foto: ist

Leave a Reply

No More Posts Available.

No more pages to load.