Visualindonesia.com,-
Pameran “Lihatlah Sedalam-Dalamnya: Pameran Retrospektif R.B. Setiawanta 2007–2026” menjadi ruang untuk melihat kembali perjalanan berkesenian R.B. Setiawanta melalui karya, arsip, catatan, dan dokumentasi yang dikumpulkan oleh tim Arsiprupawanta.
Suasana pembukaan pameran pada 8 Mei 2026 berlangsung penuh haru. Keluarga, sahabat, dan para pengunjung larut dalam suasana emosional saat mengenang sosok R.B. Setiawanta. Tangis beberapa anggota keluarga pecah ketika sambutan berlangsung.
Muh. Rain Rosidi, praktisi seni sekaligus dosen dan teman seperjuangan R.B. Setiawanta sejak masa kuliah di ISI Yogyakarta, tampak berkaca-kaca saat menceritakan kedekatannya dengan sang seniman. Menurutnya, hubungan mereka tidak hanya terjalin melalui proyek seni dan pameran, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari sebagai sesama kepala keluarga muda.
Rain mengatakan mereka sering bertukar cerita sederhana, mulai dari persoalan keluarga hingga informasi obat anak. Ia juga mengenang R.B. Setiawanta sebagai pribadi yang sangat peduli terhadap orang lain.

Kesan serupa disampaikan oleh Pandu Gerak Angin, anak sulung R.B. Setiawanta.
“Ayah orang yang bertanggung jawab ke keluarga. Dalam berkesenian ayah menggunakan media tidak melulu di atas cat dan kanvas,” ujar Pandu.
Raden Bambang Setiawan S.A.P. lahir di Jakarta pada 26 Mei 1975 dan dikenal dalam dunia seni lukis dengan nama R.B. Setiawanta. Dalam dunia sastra, ia menggunakan nama pena Setiawanta Pelangi.
Ketertarikannya terhadap seni sudah muncul sejak kecil, meski sempat tidak mendapat restu dari orang tua. Ia kemudian pergi ke Yogyakarta dan menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Awalnya ia masuk Jurusan Kriya angkatan 2000 sebelum pindah ke Jurusan Seni Lukis pada tahun berikutnya.
Era 2007 menjadi salah satu fase produktifnya dalam berkarya. Karya-karyanya dikenal lewat motif kulit zebra, jarum, dan bidang bertekstur lembut yang menghadirkan kesan personal dan kontemplatif. Ia juga sempat berkarya di Pasar Seni Ancol, Jakarta sekitar tahun 2021 untuk memperluas jejaring dan eksplorasi artistiknya.
Selama hidupnya, R.B. Setiawanta aktif mengikuti berbagai pameran seni rupa. Pada tahun 2017, ia masuk dalam jajaran 50 Besar UOB Painting of the Year Indonesia.
R.B. Setiawanta meninggal dunia pada 12 Januari 2026 di Jakarta dalam usia 50 tahun. Melalui karya dan gagasannya, ia meninggalkan jejak penting dalam perkembangan seni rupa kontemporer Indonesia dengan pendekatan visual yang personal dan terus berkembang.
(*/lia; foto: ist












![Colours [e]Motions 1](https://www.visualindonesia.com/wp-content/uploads/2016/05/Colours-eMotions-1-1-1024x570.jpg)